Tenggarong (ANTARA News Kaltim) - Kapal feri gratis yang menggantikan fungsi Jembatan Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang ambruk hanya berlangsung sampai Desember 2011.

"Pengoperasian kapal feri gratis pasca ambruknya Jembatan Kartanegara baru dilakukan kemarin (13/12). Kapal feri gratis tersebut untuk melayani angkutan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, juga orang dari Tenggarong Seberang ke Kota Tenggarong, begitupun sebaliknya tanpa ada pungutan, kecuali asuransi Rp1.500," ungkap Wakil Bupati Kutai Kartanegara, M. Ghufron, Rabu.

Namun, pada Januari 2012 kata Ghufron Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan mulai menarik retribusi.

"Mulai Januari 2012 kami akan memberlakukan retribusi normal bagi penyeberangan kapal feri tersebut. Namun, tarifnya masih akan dibicarakan yang jelas akan diberlakukan sesuai aturan," kata Ghufron.

Penggunaan kapal feri penyeberangan untuk menggantikan fungsi Jembatan Kutai Kartanegara yang ambruk, kata Ghufron, hingga jembatan pengganti selesai dibangun.

"Rencananya ada dua jembatan akan dibangun yakni di Tenggarong dan Kecamatan Loa Kulu. Jadi, penggunaan kapal feri penyeberangan ini hingga salah satu jembatan sudah selesai dibangun yakni tiga hingga empat tahun," ungkap Ghufron.

Wakil Bupati Kutai Kartanegara itu tidak bersedia memberikan keterangan lebih rinci terkait anggaran pembuatan dermaga feri penyeberangan tersebut.

Berdasarkan pantauan hingga Rabu petang, walaupun kapal feri gratis telah beroperasi namun antrean kendaraan di beberapa dermaga penyeberangan tradisional masih tetap dipadati warga yang ingin menyeberang menggunakan perahu.

Bahkan, antrean kendaraan jenis roda empat dan roda dua di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang ingin menyeberang di Kampung Baru, Tenggarong, terlihat mencapai hampir satu kilometer.

Begitupula di dermaga feri gratis, antrean kendaraan roda dua dan roda empat juga terlihat cukup panjang, akibat baru satu kapal yang beroperasi.  (*)



Pewarta: Amirullah
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026