Tanjung Redeb (ANTARA News Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur mengingatkan warga Kabupaten Berau untuk mewaspadai beberapa hal yang bisa mengancam bagi integrasi bangsa, yakni adanya ego kesukuan dan pola pikir yang keliru dalam rangka menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Inodnesia (NKRI).

"Baik warga pribumi atau pendatang sama dan terikat dalam kesatuan bangsa Indonesia," kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Berau, Abdul Rifaidi Tanjung Redeb, pada acara pembukaan Silaturahim Daerah (Silatda) Himpunan Kerukunan Massenrempulu (Hikma) Berau, belum lama ini.

Gubernur berharap agar dengan dibukanya Silatda melibatkan kerukunan warga asal Sulawesi Selatan di Kabupaten Berau itu maka yang utama adalah terus meningkatkan kesadaran solidaritas sosial dan menjaga integrasi bangsa.

"Kerukunan agar tidak tertutup pada kelompok dan paguyubannya saja, melainkan terus berintegrasi dengan warga etnis lainnya," kata Awang Faroek Ishak dalam amanahnya.

Ia juga kembali mengingatkan pada pengalaman konflik berdarah antaretnis di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan beberapa waktu lalu yang melibatkan etnis dari Sulawesi dengan warga pribumi, agar tidak terulang kembali.

Paguyuban yang banyak berdiri diharapkan bukan sebagai himpunan etnis semata melainkan mampu menjadi jembatan membangun hubungan baik dengan paguyuban lain serta mampu meredam semua potensi konflik kesukuan yang mungru kin terjadi.

"Saat ini masyarakat Kaltim sebanyak kurang lebih 3,5 juta jiwa terdiri berbagai suku termasuk dari Sulawesi Selatan harus mampu menjadi kekuatan yang menunjang pembangunan daerah, slogan bersatu untuk membangun semua harus dapat diwujudkan, dengan tetap menjaga 4 pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan," katanya.

Ketua Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Mukmin Faisjal yang juga ketua DPRD Kaltim menyebutkan, Silatda itu harus menjadi momen penting untuk kembali mengevaluasi peranannya selama ini.

"Buang ego kesukuan dan bersatu membangun daerah, jangan ada ego warga pribumi dan pendatang," katanya.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Bupati Enrekang, Latindro La Tundrung, meminta kepada seluruh warga Sulawesi Selatan yang ada di Berau Khususnya dan Kaltim pada umumnya tidak menyusahkan pemerintah daerah.

"Kita harus mendukung program pemerintah setempat sebagai warga Negara yang baik, jaga malu dan harga diri tidak meminta-minta melainkan memeras keringat sendiri. Bantu pemerintah setempat membangun daerah yang ditempati," katanya.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hikma Berau Anwar mengatakan bahwa kegiatan itu salah satu tujuannya untuk mempromosikan wisata di Kabupaten Berau.

Misalnya, seluruh peserta usai kegiatan itu langsung bertolak ke Pulau Derawan, salah satu obyek wisata pantai dan bahari yang menjadi andalan daerah tersebut.  (*)



Pewarta: Helda Mildiana
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026