"Bantuan itu sangat berarti bagi para penyandang cacat tubuh," kata Ketua Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Cabang Balikpapan, Burhanuddin di Balikpapan, Rabu pada acara pemasangan anggota tubuh palsu itu.
Pernyataan itu bukan basa-basi, pasalnya Burhanuddin sendiri berkaki palsu pada bagian kiri akibat kecelakaan kerja.
Sejumlah warga yang mendapat bantuan kaki palsu dan tangan palsu terbuat dari fiberglass tampak gembira dalam acara itu.
Total, bila dihitung dari jumlah unit bantuan dan harga kaki atau tangan palsu yang mencapai Rp20 juta per unit. Jadi Chevron mengucurkan dana tidak kurang dari Rp1,8 miliar untuk membantu pengadaan anggota tubuh palsu serta dua kursi roda.
Bantuan Chevron ini dikemas dalam acara Bakti Sosial yang melibatkan juga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Balikpapan, Yayasan Peduli Tuna Daksa, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Karyawan Chevron, Koperasi Karyawan Pertamina Kilang Mandiri, dan Komunitas Penyandang Cacat (KPC), Sekolah Musik Mahaswara, dan Hotel Mega Lestari.
Selain itu, masih ada 16 orang lagi yang masih menunggu perangkat tubuhnya tersebut dibuatkan oleh Yayasan Peduli Tuna Daksa di Jakarta.
"Mereka yang mendapatkan tangan dan kaki palsu hari ini sudah diukur sejak Mei 2011," kata Edwin Abdulmuthalib, manajer Policy, Governments and Public Affairs Kalimantan Operation Chevron Indonesia Company.
Anggota badan palsu itu jadi cukup mahal karena terbuat dari fiber yang berkualitas, yakni nyaman dipakai karena ringan. Memang ada juga buatan Solo yang harganya Rp3 juta namun ternyata tidak nyaman dipakai karena berat.
"Kaki palsu yang saya pakai buatan Solo seharga Rp3 juta namun beratnya sampai 7 kg," papar Burhanuddin.
Edwin menjelaskan bahwa pihaknya memang ingin memberikan bantuan terbaik bagi penyandang cacat.
Dana pengadaan bantuan itu berasal dari dana Community Social Responsibility (CSR) atau dana tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitarnya.
Selain itu juga ada dana dari Lembaga Amil Zakat Chevron dan sumbangan karyawan Chevron yang beragama Nasrani.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.