Sangata  (ANTARA News - Kaltim) - Relokasi transmigrasi swakarsa mandiri (TSM) yang ditempatkan di Kecamatan Kaliorang Kutai Timur Kalimantan Timur, terkait permintaan 100 kepala keluarga (KK) di daerah itu tidak mudah.
   
"Tidak muda bagi pemerintah merelokasi masyarakat dalam waktu singkat, apalagi dengan jumlah yang besar, tentunya juga dibutuhkan dana besar dan persapan matang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutai Timur, H. Abdullah Fauzie di Sangata, Kamis.
   
Pernyataan itu mengulangi hasil rapat pihaknya dengan jajaran Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi beberapa waktu lalu di Jakarta.
   
Sebelumnya, 100 KK warga transmigrasi swakarsa mandiri TSM dari berbagai daerah pulau jawa mendesak pemerintah untuk direlokasi atau dipindahkan ke pemukiman baru, sebab mereka tidak merasa nyaman lagi tinggal dalam kondisi kurang enak.

Mereka juga mengaku mendapat intimidasi dari aparat desa di kaliorang, membuat warta beramai-ramai mengungsi ke kantor camat dan gedung sekolah dan puskesmas Kaliorang, menghindari terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan
   
"Pekan depan, dijadwalkan Direktorat jenderal (dirjen) Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Harry Heriawan Saleh akan mengunjungi langsung warga transmigrasi ini," ujar dia.

Dirjen P2KT, Pak Harry Heriawan Saleh dijadwalkan pekan depan atau 14 Juli akan mengunjungi langsung warga TSM di Kaliorang Kutai Timur

Selain Dirjen, menurut Kadisnaker H.Abdullah Fauzie, juga akan datang seluruh Kepala Dinas tenaga kerja dan transmigrasi, yang merupakan daerah pengirim transmigrasi TSM ke Kutai Timur, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim)
  
Kedatangan langsung dirjen P2KT Harry Heriawan Saleh ke TSM Kaliorang Kutai Timur, merupaka hasil pertemuan di kantor Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta, rabu (6/7), yang juga dihadiri seluruh Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi asal TSM dan juga wakil bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Asisten Tata Pemerintahan HM Syarifudin.
   
Semua kepala dinas masing-masing daerah sepakat dilakukan rekonsiliasi dan pembinaan seluruh warga TSM yang jumlahnya 100 Kepala Keluarga dengan masyarakat sekitarnya

Menurut Fauzie, berdasarkan hasil pertemuan di kantor kementrian tenaga kerja dan transmigrasi, bahwa warga TSM akan mendapatkan hak-hak normatif, seperti 1 haktare lahan setiap kepala keluarga
   
"Lahan satu hekatr itu akan menjadi lahan garapan warga segera dipenuhi,dan pembinaan akan terus dilakukan," katanya.
  
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur H.Ali Hamdi, juga memastikan akan mengunjungi warga Transmigrasi Swaskarsa Mandiri (TSM) di Desa Kaliorang Kutai Timur

"Dalam kunjungan anti, Komisi IV DPRD Kaltim akan mengajak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim untuk mengecek informasi dan untuk mengetahui kondisi sebenarnya,yang terjadi dengan masyarakat" kata H.Ali Hamdi.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026