"Peternak Samarinda berhasil keluar sebagai juara umum dalam kontes ternak, khususnya sapi dan kambing se-Kalimantan Timur (Kaltim)," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda, Rini Purwanti di Samarinda, Jumat.
Dari 50 piagam dan piala yang disiapkan panitia pelaksana, Peternak kota tepian mampu memboyong 23 piagam yang diperebutkan tujuh kabupaten/kota sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.
"Untuk ternak sapi ada 10 kategori yang dikonteskan, sedangkan ternak kambing khususnya peranakan ekawa ada tiga kategori, dan hasilnya para peternak kita berhasil mendominasi juara di seluruh kategori hingga bisa keluar sebagai juara umum, dan Kukar sebagai juara umum ke kedua," katanya didampingi Kabid Peternakan Yuliana.
Peternak Samarinda dalam event yang dihadiri 3.000 petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia itu menurunkan 30 ekor sapi dan 25 ekor kambing.
Dia menjelaskannya, memang pihaknya telah melakukan persiapan matang sebelum mengikuti ajang kontes yang diagendakan setiap dua tahun sekali, tentunya dengan melakukan pembinaan secara intensif kepada para peternak, khususnya yang berada di sentral pengembang ternak sapi di Tanah Merah dan Makroman serta sentral peternak kambing Etawa di Loa Bahu.
"Ini tentunya menjadi prestasi luar biasa bagi kita, artinya kerja keras tim selama ini membuahkan hasil dan tingka kepuasaanya bisa dirasakan langsung para peternak. Karena hewan yang juara tadi seperti kambing langsung dibeli UPTD Apiapi milik Pemprov Kaltim untuk dilakukan pembibitan," kata Rini.
Dari hasil prestasi itu, Pemkot bukan berati langsung lepas tangan, tetapi tetap memberikan perhatian kepada para peternak, selain melakukan pembinaan juga memberikan penyediaan obat-obatan kepada hewan ternak, dana pendamping hingga pengadaan hewan.
Menurutnya ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan motivasi melakukan program pembangunan peternakan lebih baik di Samarinda.
Terlepas dari itu dirinya juga menyadari memang populasi hewan ternak sapi dan kambing yang berada di Samarinda mencapai 5.000 ekor per tahun belum bisa cukup mengakomodir kebutuhan konsumsi daging bagi warga Samarinda.
"Tetapi setidaknya dengan prestasi yang diraih tadi, lanjutnya para peternak telah memiliki kemampuan berusaha terus meningkatkan populasi dan produksi peternakan," ujar dia.
Ia menambahkan bahwa potensi sebenarnya masih ada, dan peluang usaha juga masih terbuka lebar bagi para peternak, tinggal gimana caranya kita harus jeli melihat kondisi yang ada, khususnya dalam memanfaatkan lahan tidur eks tambang yang sangat berpotensi dijadikan lahan peternakan.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.