Dilaporkan di Balikpapan, Kamis malam bahwa calon incumbent wali kota Rizal Effendi langsung menggelar doa syukur bersama di TPS 022 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan, bersama tim suksesnya.
"Kami yakin Pemilukada Balikpapan ini cukup satu putaran saja," kata Rizal semringah. Ia mengaku sempat berdebar-debar menunggu hasil perhitungan suara.
Berdasarkan hitung cepat (quick count) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Balikpapan, hingga pukul 21.00 Wita pasangan Rizal Effendi-Heru Bambang (RH) mengumpulkan 90.609 suara. Ini sudah mencapai 61 persen suara yang masuk.
Pesaing yang diperkirakan cukup berat adalah berat adalah pasangan Syukri Wahid-Usman Chusaini mendapatkan 43.874 suara atau 30 persen suara yang sudah dihitung.
Berikutnya lalu pasangan nomor urut satu Bambang Edyono-Fahruddin memperoleh 5.297 atau 3 persen, dan nomor urut 4 pasangan independen dr Abdul hakim-Wahidah memperoleh 7.275 suara atau 5 persen.
Pilkada Balikpapan mensyaratkan perolehan suara hingga 30 persen untuk mendapatkan kemenangan. Jumlah itu berarti 120.000 suara dari total pemilih yang berjumlah 402.794 orang. Perolehan salah satu pasangan calon mencapai 30 persen juga berarti Pemilukada cukup dilaksanakan satu putaran saja.
Pasangan Rizal-Heru H didukung oleh partai-partai besar yang menguasai mayoritas kursi di DPRD Balikpapan. Mereka adalah Partai Demokrat, Golkar, PDIP, termasuk Gerindra dan PAN.
Syukri-Usman didukung PKS, PDK, dan PIS dengan jumlah kursi 8. Pasangan nomor urut satu Bambang Edyono-Fachruddin diusung PPP, Hanura, dan 9 partai kecil.
dr Abdul Hakim dan pasangannya Dra Wahidah adalah pasangan suami istri. Sebagai calon independen, mereka berhasil mengumpulkan dukungan hingga 30 ribu lebih masyarakat Balikpapan yang dibuktikan dengan fotokopi KTP.
Pemilih Meninggal
Pilkada Balikpapan juga diwarnai peristiwa meninggalnya dua orang pemilih dari dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tak terlalu terpisah jauh. H Suding (76), warga RT 16 Kelurahan Baru Ulu meninggal dunia setelah memberikan suaranya di TPS 16, Baru Ulu, Balikpapan Barat.
Sementara H Mahmud (61) meninggal setelah melaksanakan hak pilihnya di TPS 11 Kelurahan Margasari, juga di Balikpapan Barat.
"Kami belum mengetahui sebab-sebab kematian mereka," kata Herri, ketua Panitia Penerimaan Kecamatan (PPK).
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.