Samarinda (ANTARA News - Kaltim) - Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim diperkirakan bisa memenuhi target untuk menurunkan  angka pengangguran 9,95 persen  pada 2010 sesuai target dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
    
"Optimistis itu karena pada Agustus (kuartal pertama) 2010 angka pengangguran tercatat 10,10 persen. Artinya, angka pengangguran turun 0,35 persen  dari angka Februari 2010 mencapai 10,45 persen  dan  kami yakin akan mencapai angka satu digit pada rilis BPS, Februari 2011," kata Kepala Disnakertrans Kaltim, H Ichwansyah di Samarinda, Jumat.
     
Ichwansyah didampingi Sekretaris Disnakertrans Kaltim, Putut Pranomo menjelaskan bahwa optimistis itu terlihat dari data per kuartal  sejak Februari 2009 penurunan  angka pengangguran rata-rata mencapai 0,30 persen.
     
"Lihat saja," katanya bahwa  periode Februari 2009 angka pengangguran tercatat 11,09 persen turun menjadi 10,83 persen  pada Agustus 2009. Angka pengangguran terus menurun pada Februari 2010 menjadi 10,45 persen dan terus turun menjadi 10,10 persen  pada Agustus 2010.
    
"Angka pengangguran 10,10 persen  adalah kalkulasi hingga Agustus 2010. Keberhasilan angka penurunan pengangguran secara keseluruhan pada 2010 akan terlihat pada rilis BPS, Februari  2011. Kami sangat yakin angkanya akan berada kisaran satu digit,” kata Ichwansyah optimistis.
    
Target angka pengangguran dalam  RPJMD adalah 9,95 persen  sementara jika angka 10,10 persen  dikurangi rata-rata penurunan 0,30 persen  maka akan diperoleh angka 9,8 persen .
    
Dari data itu menunjukan bahwa target RPJMD bisa tercapai, bahkan melampaui target sebesar 0,15 persen.
    
Dia menjelaskan sukses pencapaian kinerja tersebut tidak lepas dari pemanfaatan  tujuh  Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di kabupaten/kota, selain dukungan dari Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) yang jumlahnya di Kaltim mencapai 219 LPKS.


Optimalkan UPTD

    
Pada 2011, dalam upaya pencapaian target RPJMD 2013 dimana angka pengangguran dipatok minimal menembus 7,42 persen,  Disnakertrans Kaltim akan mengoptimalkan  tujuh UPTD (Unit Pelaksana Tugas Daerah) BLK yang tersebar di Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Nunukan, Tarakan, Bontang dan Paser.
    
Selain UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Disnakertrans Kaltim. Kapasitas total dari seluruh UPTD tersebut adalah 3.162 peserta.
    
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltim, Achmad Adha menyebutkan pihaknya terus mengupayakan pengembangan kemampuan masyarakat dan para pencari kerja dalam bentuk berbagai program pelatihan.
    
Berbagai program  itu, antara lain  peningkatan kompetensi dan program kewirausahaan masyarakat berbasis sumber daya lokal.
      
Program peningkatan kompetensi diantaranya meliputi otomotif, mekanik/operator alat berat, komputer, sekretaris, akuntansi dan pajak, manajemen farmasi, desain grafis hingga tehnisi handphone . Sedangkan program kewirausahaan berbasis sumber daya lokal berupa budidaya ikan air tawar dan budidaya jamur.
     
Bekerjasama dengan BLK yang ada di kabupaten/kota, Disnakertrans Kaltim pada 2010 telah melakukan pelatihan terhadap 700 orang di Samarinda, 608 orang di Balikpapan, 144 orang di Nunukan dan 144 orang di Tarakan.
        
Bukan hanya memperkuat kerjasama dengan UPTD BLK yang dimiliki, Disnakertrans juga melakukan upaya untuk meningkatkan uji kompetensi para instruktur dan melakukan penguatan LPKS secara kelembagaan.



Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026