Samarinda (ANTARA News - Kaltim)- Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim optimistis target 91.027 peserta KB baru hingga akhir 2010 bisa tercapai, pasalnya kini telah terealisasi 50 persen.
      
Sampai akhir tahun kita optimistis hal itu tercapai, mengingat pada rapat evaluasi se-Kaltim (kabuapten dan kota) pada Juli 2010 pencapaian Kontrak Kerja Provinsi (KKP) peserta Keluarga Berencana (KB) baru belum mencapai 50 persen dari angka yang ditargetkan," kata Kepala BKKB Kaltim, Andi Idrus Sebbu di Samarinda, Sabtu.
   
Data Juni 2010 pencapaian peserta KB baru terdapat 47,94 persen. Perolehan itu masih dinilai wajar karena belum genap enam bulan pihaknya bekerja.
      
 Dia juga mengatakan, Kendala yang dihadapi belum tercapainya angka 50 persen tersebut antara lain, program yang dijalankan mengalami keterlambatan pelaksanaannya akibat dari anggaran yang diturunkan juga tidak tepat waktu.
       
Jika anggaran yang dikucurkan dari APBN bisa diterima pada Januari, dia yakin hingga semester pertama 2010 pihaknya sudah mampu menjaring peserta KB baru lebih dari 50 persen.
       
Permasalahan lainnya adalah, letak geografis Kaltim yang banyak dihuni masyarakat hingga di kawasan perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil, sementara akses jalan menuju wilayah tersebut sangat sulit karena minimnya infrastruktur jalan.
       
Meski demikian, imbuh dia bahwa seiring dengan peningkatan kinerja di BKKB provinsi, serta kinerja yang telah ditunjukkan oleh masing-masing kabupaten dan kota di Kaltim dalam upayan mensukseskan program KB, diyakini target sesuai KKP tersebut bisa dicapai.
       
Idrus juga menyinggung bahwa kegiatan ketahanan keluarga, terutama bina keluarga balita (BKB) dan bina keluarga remaja (BKR) yang sering dilakukan pertemuan, ternyata jumlah pesertanya tidak banyak, baik pertemuan mingguan maupun pertemuan bulanan.
       
Terkait dengan itu, ia berharap kepada semua daerah di Kaltim terus mengembangkan program inovatif  dan kreatif dalam penanganan program KB, yakni dengan melibatkan sejumlah pihak, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat LSM dan lainnya.
       
Semua momentum juga diminta dimanfaatkan, seperti pelaksanaan tim manungal KB Kesehatan, KB Bhayangkara, KB ? PKK, serta semua yang dapat dijadikan sarana pelayanan KB guna menjaring peserta KB baru.
     
 Laporan pelayanan kontrasepsi dari berbagai lokasi pelayanan KB di daerah-daerah juga perlu ditingkatkan, tujuan adalah agar pemerintah memiliki data riil, seperti laporan dari klinik KB pemerintah, klinik KB swasta, dokter atau bidan praktik.
     
 "Jenis layanan peserta KB baru yang kami targetkan pada 2010 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni peserta baru dari laki-laki dan perempuan, baik menggunakan pil, kondom, implant, MOP, MOW, IUD dan lainnya," kata Idrus menambahkan.  \


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026