Samarinda (ANTARANews - Kaltim) - Wali Kota Samarinda, Achmad Amins mengingatkan bahwa ketidakjujuran dalam pelaksanaan Pilkada menjadi salah satu bibit perpecahan.
    
"Jangan ada manipulasi saat Pilkada karena hal itu bisa menjadi bibit perpecahan. Pelaksanaan Pilkada Samarinda harus berlangsung jujur adil," ujar Achmad Amins usai menerima Surat Pemberitahuan Waktu dan Tempat Pemungutan Suara di Samarinda, Jumat.
    
Achmad Amins yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai wali Kota Samarinda pada 23 November 2010 akan mencoblos di TPS 32 Kelurahan Gunung Kelua.
    
"Saya meminta kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk semua elemen penyelenggara Pilkada Samarinda baik tingkat bawah hingga pimpinan, untuk saling mengingatkan agar berbuat sejujur-jujurnya mulai proses hingga usai pelaksannaan pilkada nanti,"katanya.
    
Ia menuturkan bahwa pada Orde Baru, banyak kalangan menilai, pelaksanaan pemilihan umum berlangsung tidak jujur dan tidak adil.   
    
"Pertanyaannya sekarang, sudah jujurkah kita selama reformasi, terutama sekitar 10 tahun terakhir ini. Jadi,  mari kita buktikan bahwa Pilkada Samarinda ini dilakukan secara jujur dan adil," ujar Ahcmad Amins yang menjadi Wali Kota Samarinda selama dua periode.
    
Wali Kota Samarinda itu kembali mengingatkan masyarakat untuk mempertahankan situasi kota yang sudah kondusif.
    
"Warga samarinda jangan mudah terpancing dengan berbagi provokasi  dan mari kita rapatkan barisan agar Pilkada berlangsung sukses dan lancar," kata Wali Kota Samarinda itu.
    
Achmad Amins juga mengingatkan warga agar mendatangi TPS untuk menyalurkan aspirasinya.
    
"Jangan sia-siakan hak pilih kita dan mari berbondong-bondong mendatangi TPS untuk memilih pemimpin lima tahun kedepan TPS. Jangan sampai golput sebab hal itu justru akan merugikan kita sendiri," ungkap Achmad Amins.   
     
Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda 2010-2015 yang berlangsung 12 Oktober  2010 mendatang akan diikuti tujuh pasangan calon, tiga peserta yang disusung dari partai politik dan empat pasangan dari calon perseorangan.

Pasangan Perseorangan

Ke-empat pasangan perseorangan itu yakni, Riswan Asmaran dengan Nasir Waladi yang memperoleh 30. 927 surat dukungan dari masyarakat dengan nomer urut 1, pasangan Iriansyah Busrah dan Ahmad Faid Ilham dengan 31 819 surat dukungan dengan nomer urut 3.
    
Calon perseorangan lainnya, Dani Firnanda dan Ridwan Efendi dengan 32.630 surat dukungan memperoleh nomer urut 7 pasangan Sutrisno dan Yulianus Henock yang didukung 30. 982 suara, nomer urut 6.
    
Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang didukung partai politik yaitu, Andi Harun-Damanhuri yang diusung Partai Golkar, Partai Patriot, Partai Demokrasi Kebangsaan serta Gerindra dengan nomer urut 5, pasangan Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan yang diusung PDIP, PAN serta Hanura mendapat nomer urut 4.
    
Sementara, calon "incumbent" yang didukung Partai Demokrat, PKS, PPP, Pelopor dan PBR, Syaharie Jaang, yakni Wakil Wali Kota Samarinda berpasangat dengan Nusyirwan Ismail mendapat nomer urut 2.           



Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026