Samarinda (ANTARA Kaltim) - Jembatan dondang yang kerap dikeluhkan karena sering ditabrak ponton batu bara mendapat peratian serius dari DPRD Kaltim. Sebagai bentuk antisipasi, empat anggota DPRD Kaltim yakni Sarkowi V Zahry, M Samsun, Wibowo Handoko, dan Baharuddin Demmu didampingi pegawai Dinas PU Kaltim meninjau ke lapangan, Kamis (4/8).

Saat melihat langsung struktur bangunan jembatan, M Samsun mengatakan terdapat empat pilar dalam kondisi rawan. “Ada yang dalam kondisi tiang pancangnya mereng, retak, bahkan ada juga yang sudah patah. Artinya, kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan,” ucapnya.

Faktor utama yang mengakibatkan struktur jembatan dondang rusak karena kerap ditabrak kapal ponton. “Kami sudah  meminta kepada kepolisian untuk segera menindak perusahaan yang nama-namanya sudah ada di tangan aparat. Paling idak bertanggungjawab untuk memperbaiki tiang yang rusak,” kata Samsun, panggilan akrabnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga harus turut bertanggungjawab secepatnya memasang pelindung di setiap tiang jembatan, serta pemasangan lampu dan rambu di bawah jembatan. “Selama ini jembatan itu tidak ada penerangan sama sekali, termasuk rambu peringatan. Harusnya ini disiapkan oleh pemerintah daerah,” saran dia.

Tidak hanya itu, sebut Samsun, untuk setiap kapal yang akan melewati jalur bawah jembatan, mesti ada kapal pandu, yang disiapkan oleh pemerintah. “Selama ini ada kapal pandu yang dikelola oleh swasta atau warga setempat.

Tapi masalahnya, kapal pemandunya tidak memenuhi syarat, karena hanya menggunakan kapal kecil,” ujarnya.
 
“Sebenarnya, menyiapkan kapal pandu  ini bisa menjadi sumber PAD. Pasalnya, kapal pandu yang ada saat ini dikelola oleh pihak swasta, ternyata dipungut biaya satu hingga tiga juta,” lanjut dia.

Oleh sebab itu, sebagai bentuk solusi jangka pendek, pemerintah harus menganggarkan atau menyiapkan kapal pandu.

“Apakah itu diserahkan ke pihak ketiga nantinya, yang jelas harus ada langkah antisipasi secepatnya. Karena kondisi jembatan bisa dikatakan sudah mau rubuh,” tegas Samsun. (Humas DPRD kaltim/adv)




Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026