Saat melihat langsung struktur bangunan jembatan, M Samsun mengatakan terdapat empat pilar dalam kondisi rawan. “Ada yang dalam kondisi tiang pancangnya mereng, retak, bahkan ada juga yang sudah patah. Artinya, kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan,†ucapnya.
Faktor utama yang mengakibatkan struktur jembatan dondang rusak karena kerap ditabrak kapal ponton. “Kami sudah meminta kepada kepolisian untuk segera menindak perusahaan yang nama-namanya sudah ada di tangan aparat. Paling idak bertanggungjawab untuk memperbaiki tiang yang rusak,†kata Samsun, panggilan akrabnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga harus turut bertanggungjawab secepatnya memasang pelindung di setiap tiang jembatan, serta pemasangan lampu dan rambu di bawah jembatan. “Selama ini jembatan itu tidak ada penerangan sama sekali, termasuk rambu peringatan. Harusnya ini disiapkan oleh pemerintah daerah,†saran dia.
Tidak hanya itu, sebut Samsun, untuk setiap kapal yang akan melewati jalur bawah jembatan, mesti ada kapal pandu, yang disiapkan oleh pemerintah. “Selama ini ada kapal pandu yang dikelola oleh swasta atau warga setempat.
Tapi masalahnya, kapal pemandunya tidak memenuhi syarat, karena hanya menggunakan kapal kecil,†ujarnya.
“Sebenarnya, menyiapkan kapal pandu ini bisa menjadi sumber PAD. Pasalnya, kapal pandu yang ada saat ini dikelola oleh pihak swasta, ternyata dipungut biaya satu hingga tiga juta,†lanjut dia.
Oleh sebab itu, sebagai bentuk solusi jangka pendek, pemerintah harus menganggarkan atau menyiapkan kapal pandu.
“Apakah itu diserahkan ke pihak ketiga nantinya, yang jelas harus ada langkah antisipasi secepatnya. Karena kondisi jembatan bisa dikatakan sudah mau rubuh,†tegas Samsun. (Humas DPRD kaltim/adv)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.