Samarinda (ANTARA Kaltim)- Masih buruknya infrastruktur jalan di Poros Simpang Pait hingga Muara Lambakan Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi sorotan utama Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf.

Sama halnya dengan keluhan masyarakat sekitar, ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) segera memperbaikinya. Apalagi mengingat jalan ini memiliki aktivitas cukup padat.

"Kondisinya sangat memprihatinkan, setidaknya tanggulangi secara cepat agar tidak terus-terusan mengganggu mobilisasi masyarakat yang melintas di jalan tersebut," kata Andi Faisal.

Selain masalah jalan, keluhan lain adalah soal irigasi di Desa Mendik. Banyaknya petani mengeluhkan tidak adanya irigasi, tidak ada bendungan menyebabkan petani harus menanggung kerugian karena saat jadwal panen justru merugi akibat gagal.

Banyak pula desa yang masih kesulitan dalam mendapatkan air bersih guna pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. "Mereka berharapnya PDAM bisa segera masuk ke desa tersebut. Sudah lama mereka para warga menantikan seperti warga di Desa Mendik, Desa Gunung Putar Kecamatan Long Kali, Desa Krayan makmur, Desa Krayan Sentosa, Desa Kerta Bhakti dan Desa Krayan Jaya Kecamatan Long Ikis," papar Andi Faisal.

Andi Faisal yang menjalankan masa sidang kedua yang berlangsung sejak 2-8 Juni ini juga mendapatkan aspirasi terkait listrik yang masih byarpet tak hanya di PPU, namun juga di Paser. Masyarakat juga terbebani akibat masih adanya sekolah-sekolah yang melakukan pungutan liar dan mengharuskan siswanya membeli buku pelajaran, padahal program pemerintah sudah menggratiskan biaya sekolah termasuk buku pelajaran.

"Masalah pungutan liar ini merupakan masalah serius harus segera ditindaklanjuti Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan. Belum lagi banyak sekolah-sekolah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Baik TK, SD, SMP maupun SMA. Tidak jarang gedung sekolah yang sudah buruk masih dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Fasilitas pendukung belajar juga tidak ada, seperti perpustakaan, UKS, lapangan upacara masih tanah belum disemen, sehingga apabila hujan seragam para siswa menjadi kotor," urainya.

Maka dari itu masyarakat memohon perhatian serius dari pemprov agar sarana prasarana pendidikan dapat diperbaiki demi kenyamanan para siswa."Karena bagaimana kita dapat mencetak generasi muda yang berprestasi dan berkompetensi serta mampu bersaing dengan para pelajar di luar Kaltim jika sarana dan prasarananya buruk," tegasnya. (Humas DPRD Kaltim/adv)




Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026