Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Sebulu, Inspektur Satu Dedi Anom dihubungi melalui telepon selularnya dari Samarinda, Rabu, menyatakan, korban yang bernama Diana (35), pertama kali ditemukan mertuanya, Rabu pagi sekitar pukul 06. 30 WITA.
"Korban ditemukan di atas tempat tidur dengan luka, bibir atas robek, kepala bocor dan sebahagian wajahnya hancur. Saat itu, mertuanya curiga mendengar suara televisi yang masih menyala dan ketika membuka pintu dia mendapati Diana sudah tewas bersimbah darah," kata Deni Anom.
Jarak rumah Diana dengan mertuanya kata Kapolsek Sebulu itu berdempetan.
"Tidak satupun warga yang mengaku mendengar ada suara ribut atau jerintan sebelum Diana ditemukan. Padahal rumah korban dan mertuanya hanya dibatasi dinding," kata Dedi Anom.
Saat kejadian, Asbi, suami korban, tengah bekerja di hutan dan sudah dua hari meninggalkan rumah.
"Suaminya bekerja sebagai penebang pohon dan sudah dua hari meninggalkan rumanya. Saat kejadian, korban hanya sendiri di rumah sebab anaknya tidur di rumah mertuanya," ujar Kapolsek Sebulu.
Selain telah memeriksa empat orang saksi, polisi juga kata dia menyita sebuah shock motor yang diduga digunakan pelaku membunuh Diana.
"Belum ada orang yang kami curigai namun hingga saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan. Jasad korban kami dibawa ke RSUD AW Sjahranie Samarinda untuk dlakukan otopsi," ungkap Dedi Anom.
Salah seorang kakak korban, Idris mengaku tidak menduga jika adik bungsunya itu tewas secara mengenaskan.
"Saya terakhir bertemu saat haul orang tua kami pada Jumat, pekan lalu. Saat itu, dia datang bersama anaknya karena suaminya tengah bekerja," ujar Idris saat mendampingi jasad Diana di RSUD AW. Sjahranei Samarinda.
Diana kata dia tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain, bahkan kehidupan rumah tangga adiknya itu tetap berjaan baik.
"Kehidupan rumah tangganya tetap baik dan selama ini, kami tidak pernah mendengar kalau dia punya masalah dengan orang lain," katanya.
"Kami hanya bisa pasrah dan kalau pelakunya tidak tertangkap biarlah Tuhan yang membalasnya," kata Idris yang mengaku baru mengetahui adiknya tewas dibunuh Rabu pagi sekitar pukul 08. 30 wita dari tetangganya.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.