Samarinda (Antara) - Pusamania Borneo Football Club tidak mau menanggung malu dengan menelan kekalahan saat menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu.

Tim berjuluk Pesut Etam itu akan berupaya mengamankan poin penuh, meski lawan yang bakal dihadapi merupakan tim kuat, sebagai pemegang gelar Indonesia Super League (ISL) 2014.

Hasil positif satu poin di laga perdana melawan Bali United, menjadi modal berharga bagi skuad PBFC menghadapi laga kedua dan akan tampil dihadapan publiknya sendiri.

Berbagai persiapan pun telah dilakukan Ponaryo Astaman dkk dibawah arahan langsung pelatih kepala, Dragan Djukanovic.

Laga menghadapi tim Maung Bandung, sangat diseriusi oleh arsitek PBFC Dragan Djukovic, mengingat sejak jauh hari lawan datang dengan gembar-gembor ingin meraih kemenangan.

"Mereka pasti ingin menang disini, untuk itu kita harus bersiap. Mereka saya tahu adalah tim yang agresif, untuk itu, pemain kita harus bermain layaknya prajurit untuk memenangkan peperangan ini," ungkap pelatih asal Montenegro itu.

Peperangan juga tak hanya terjadi antar kedua pemain dari masing-masing kesebelasan, namun adu racik dua pelatih Eropa timur juga bakal tersaji dilaga ini. Ya, seperti diketahui baik Persib dan PBFC sama-sama memakai jasa pelatih yang berasal dari negara pecahan Yugoslavia.

Apalagi pelatih Persib, Dejan Antonic beberapa hari lalu menilai PBFC kerap dibantu non teknis jika bermain di Samarinda.

Dragan saat dikonfirmasi terkait hal itu enggan menanggapinya. Dia lebih tertarik membuktikan taktik siapa yang paling jitu di lapangan.

"Saya tidak mau komentari itu, kita tunggu dipertandingan saja. Lagipula itu hak dia bicara, tidak ada masalah," pungkasnya. (*)

Pewarta: Arumanto
: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026