"Ada berbagai cara yang kami lakukan untuk menuju dan mewujudkan Kaltim sebagai provinsi literasi, di antaranya dengan melakukan sosialisasi dan menggelar seminar," ujar Imam di Samarinda, Sabtu.
Upaya menjadikan Kaltim sebagai provinsi literasi juga merupakan dukungan terhadap Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Dalam Permendikbud tersebut, diatur mengenai kegiatan membaca buku nonpelajaran sekitar 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai di sekolah.
Warga Kaltim diharapkan memiliki budaya literasi, melakukan kebiasaan berpikir yang diikuti dari proses membaca dan menulis, sehingga pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut dapat menciptakan karya yang bermanfaat bagi publik.
Kondisi terkini. minat baca warga Indonesia memprihatinkan karena menjadi negara kedua dari bawah dalam budaya membaca, atau menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang terdata. Indonesia berada satu tingkat di atas Botswana untuk kawasan ASEAN.
Untuk itu, Kaltim diupayakan menjadi provinsi literasi yang ditandai dengan meningkatnya minat baca dan tulis, serta proses lain untuk mewujudkannya sehingga peran orang tua juga diharapkan mendukung agar anak-anak di Kaltim terbiasa membaca dan menulis.
Terkait dengan seminar untuk mewujudkan Kaltim sebagai provinsi literasi, lanjutnya, rencananya seminar akan digelar pada 26 April 2016 di Kantor Gubernur Kaltim.
Narasumber yang direncanakan hadir adalah Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Dr Suminto A Sayuti dengan materi bertema Literasi Dalam Pengajaran Sastra, Prof Dadang dengan materi bertema Kebijakan Nasional Literasi, dan Ketua Umum Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Tendi K Somantri dengan materi Literasi Media Massa.
"Selain tiga pemateri nasional tersebut, ada juga beerapa pemateri dari Kaltim, di antaranya Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Kaltim Dr Mursalim yang akan mengupas aspek pengajaran bahasa," katanya.
Kemudian Dr Asli Nuryadin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda yang akan membahas dari aspek implementasi literasi di sekolah, dan Dr Surya Sili yang akan membahas dari aspek kajian teoritis. (*)
Pewarta: M Ghofar: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.