Kami cukup kesulitan mengejar pelaku karena medan dan kondisi lapangan tempat mereka bersembunyi cukup sulit dijangkau. Apalagi, para pelaku menguasai wilayah hutan, diduga tempat mereka bersembunyi,"Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Kepolisian Resor Paser masih terus memburu pelaku pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Desa Pinang Jatus, Kecamatan Long Kali, pada Januari 2016.
"Kami cukup kesulitan mengejar pelaku karena medan dan kondisi lapangan tempat mereka bersembunyi cukup sulit dijangkau. Apalagi, para pelaku menguasai wilayah hutan, diduga tempat mereka bersembunyi," kata Kapolres Paser Ajun Komisaris Besar Christian Tory, dihubungi di Tanah Grogot, Jumat.
Selain medan yang cukup sulit, polisi juga hadapi kendala atas sikap warga yang tidak mau memberikan informasi terkait keberadaan para pelaku yang diduga berjumlah empat orang tersebut.
Sejak kasus pembunuhan terhadap Gamali alias Daeng Arsyad (50) Warga Desa Perkuin, Kecamatan Long kali pada pertengahan Januari lalu, warga di desa itu dilanda ketakutan dan kecemasan karena beredar isu motif pembunuhan terkait isu SARA.
"Saat ini, warga Desa Perkuen memang masih dilanda keresahan setelah kejadian tersebut. Namun kami telah melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat di sana seperti melakukan Salat Jumat bersama masyarakat, agar lebih dekat dengan mereka dan untuk menunjukkan bahwa polisi berada bersama masyarakat," ujar Tory.
Polisi juga, tambah dia, belum bisa memberikan penjelasan yang pasti terkait motof pembunuhan disertai mutilasi tersebut.
Sebelumnya kata dia, sempat beredar kabar bahwa motif pembunuhan itu dilakukan terkait ilmu hitan yang dimiliki para pelaku.
"Kami mencurigai adanya motif ilmu hitam dalam kasus ini, namun kami masih terus mendalaminya," kata Tory.
Paser lanjut Tory juga melibatkan personel Brimob dalam mengejar pelaku pembunuhan disertai mutilasi tersebut.
"Kami juga melibatkan Satuan Brimob untuk menangkap para pelaku," katanya.
Bahkan kata Tory, Kapolda Kaltim telah menginstruksikan untuk segera menangkap pelaku agar keresahan masyarakat bisa hilang.
"Pokoknya kami akan kejar para pelaku tertangkap. Pak Kapolda telah menginstruksikan agar kasus ini segera dituntaskan," kata Tory. (*)
Pewarta: R. Wartono: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.