Sangata (ANTARA News-Kaltim) - Nama Ridho Muhammad Soaloon Siregar kini tiba-tiba cukup terkenal di kalangan dunia pendidikan di Kalimantan Timur. Siapakah Ridho...?.

Kutai Timur bangga miliki Ridho Siregar karena bisa mengobati kekecewaan akibat menurunnya tingkat kelulusan UN tingkat SMP/MTs, mengingat keberhasilan pelajar SMP YPPSB itu yang meraih nilai tertinggi perorangan.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Iman Hidayat di Sangata, Senin mengaku kecewa melihat hasil UN 2010 karena dari jumlah 3.293 total peserta UN  2.229 atau sekitar 67.69 persen dinyatakan lulus sedangkan 32,31 persen atau 1.964 harus  ujian ulangan.
    
Data itu menunjukan bahwa tingkat kelulusan menurun ketimbang 2009 karena  tahun lalu mencapai lebih dari 90 persen.
    
"Prestasi Ridho bisa mengobati kekecewaan kami karena bisa menempatkan Kutim sebagai daerah pelajar meraih nilai perseorangan tertinggi, yakni lebih dari sembilan," katanya.
     
Pelajar dengan nama lengkap, Ridho Muhammad Soaloon Siregar itu keluar sebagai pelajar peraih nilai tertinggi dalam UN tahun ini. Dari empat mata pelajaran, dia meraih angka di atas sembilan.
     
Nilai tertinggi perorangan kedua, yakni Ni Putu Ridha Octaviani dari SMPN 5 Balikpapan dan Thalita Maysha Herninda dari SMP Plus Melati Samarinda.
     
Sedangkan untuk MTs, nilai tertinggi perorangan Rahmi Firdaus Putri dari Mts Asy-Syifa Balikpapan, Ahmad Maulana Syafi’I dari MTs Negeri Model Samarinda dan Karimatul Aghna juga dari MTs Model Samarinda.
     
"Berdasarkan data kelulusan ini, maka Sekitar 1.064 dari siswa SMP/MTs di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur  tidak lulus Ujian Nasional (UN) sehingga harus  mengikuti ujian ulangan pada 17-20 Mei 2010," papar dia.
      
Ada sembilan sekolah di Kutai Timur dinyatakan lulus 100 persen masing-masing enam sekolah negeri dan tiga swasta. Sekolah negeri itu adalah SMPN 3 Kongbeng, SMPN 1 Kaubun, SMPN 1 Batu Ampar, SMPN 2 Sandaran, SMPN 3 Muara Ancalong, dan SMPN 1 Long Mesangat.
   
Sedangkan tiga sekolah swasta SMP Hutani Lestari Batu Ampar, SMP Singa Geweh 2 Rantau Pulung dan Mts Ibnu Sina Sangata Utara.
   
"Sebaliknya, tercatat ada sekolah negeri dan dua sekolah swasta yang seluruh siswanya harus mengulang ujian ulangan atau 100 persen tidak lulus, yakni SMP Negeri 2 Kaubun, MTs Syaichona Kholil Teluk Pandan dan MTs Al-Mufid Teluk Pandan," papar dia. 
    
Hasil UN menunjukan bahwa  ada empat daerah di Kaltim yang peringkat ketidaklulusan terparah, yakni Kota Tarakan 65,53 persen, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 52,62 persen, Kota Samarinda 49,22 persen dan Kabupaten Paser 49,20 persen. "Ternyata masih ada daerah yang lebih parah," imbuh dia.
    
Sedangkan 10 daerah lainnya, yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Berau, Bulungan, Nunukan, Malinau, Kutai Barat dan Tana Tidung rata-rata mencapai 29 persen.
    
Sebanyak 14.499 pelajar  SMP dan Mts se-Kaltim dinyatakan tidak lulus UN Utama dan harus mengikuti UN Ulangan. Data tersebut  merupakan 29,43 persen dari total peserta yang


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026