Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Nurul Mu`minayati menyatakan sepanjang 2015, terjadi 143 kasus kekerasan terhadap anak di daerah setempat.

"Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Samarinda saat ini masih tergolong cukup tinggi dan sepanjang tahun ini tercatat 143 kasus kekerasan yang dialami anak-anak," ujar Nurul Mu`minayati di Samarinda, Rabu.

Dalam upaya menekan kasus kekerasan anak agar tidak terus berkembang, kata Nurul, Badan pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (BPMP) Kota Samarinda terus melakukan langkah pembinaan ke pihak berkompeten yang memberikan distribusi pendidikan terhadap anak, seperti guru dan orang tua.

"Kalau sebelumnya kami sudah melakukan kegiatan sosialisasi tentang kekerasan terhadap anak maupun dampaknya terhadap pertumbuhan fisik dan mental, kali ini kami akan melaksanakan seminar dengan tema Penguatan Ekosistem Pendidikan," katanya.

Seminar itu bertujuan memberi pemahaman tentang hak anak, sehingga apa yang menjadi kebutuhan mereka bisa benar-benar diperhatikan.

"Perlu disadari bersama, kekerasan terhadap anak ini membawa pengaruh besar terhadap pertumbuhan pribadi seseorang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesejahteraan dan Perlindungan Anak BPMP Kota Samarinda Ida Rustini menyatakan seminar tersebut juga menekankan bahwa dalam perkembangannya, kekerasan terhadap anak bisa menjadi pemicu anak tersebut memilih pergaulan yang menyimpang dengan rekan seusianya, seperti menjadi pecandu narkoba atau bisa terjadi saat beranjak dewasa, anak tersebut akan melakukan kekerasan serupa kepada orang lain, khususnya rekan seusianya.

"Jadi, dalam kesehariannya baik guru maupun orang tua harus benar-benar bisa memberikan perhatian kepada anak," ujarnya.

Orang tua harus peka dan segera mencari tahu jika anaknya tiba-tiba terlihat murung atau bersikap tidak seperti biasa.

"Jangan justru memarahi. Kalau perlu segera berkoordinasi dengan guru di sekolah atau teman sepermainannya. Sebaliknya, guru juga harus melakukan hal serupa jika menemukan kondisi seperti itu," katanya.

"Untuk itu, sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap kekerasan tersebut, BPMP akan terus melakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat termasuk penerangan yang akan disisipkan melalui kegiatan ibadah baik di masjid maupun gereja serta rumah ibadah lainnya," ujar Ida Rustini.  (*)

Pewarta: Amirullah
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026