Dikatakan Syafrudin, mahasiswa yang saat itu bertemu dengannya mengeluhkan tidak mendapatkan alokasi Beasiswa Kaltim Cemerlang. Oleh karena itu mereka menitip pesan supaya alokasi pembangian beasiswa dapat tersalur merata di semua kabupaten di Kaltim.
“Bahkan mereka berasumsi bahwa beasiswa hanya dinikmati oleh mereka yang di Samarinda. Mereka berharap agar hal itu tidak terjadi lagi ke depan, harus dilakukan sosialisasi ke semua kampus. Sosialisasi bisa dilakukan oleh Dinas Pendidikan atau Dewan Pendidikan Kaltim,†ungkap Syafrudin.
Dikatakan pula oleh politikus muda asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, setidaknya pengumuman di setiap kampus dilakukan oleh pihak terkait. Bahkan bukan hanya di Sangatta, semua kampus-kampus yang ada di Kaltim. Bukan hanya di perkotaan namun juga di kabupaten harus ada pengumuman yang jelas.
â€Bahwa proses dan jadwal penerimaan beasiswa Kaltim Cemerlang harus dipaparkan dengan jelas. Artinya tanggal penjadwalan awal dari mulai pengumuman disampaikan hingga proses pengumpulan berkas, sampai penyaluran dana beasiswa harus dirunutkan dengan jelas,†tegas Syafrudin.
Dengan pengumuman yang jelas, hal ini akan membantu mahasiswa-mahasiswa yang berada di seluruh Sangatta maupun daerah-daerah lain. Ini pun menurut Syafrudin agar mengurangi banyaknya Silpa. Seperti dikabarkan pada September dari jumlah kuota beasiswa sebanyak 50 ribu penerima ternyata masih tersisa hingga 13 ribu.
“Padahal seperti mahasiswa di Sangatta, mereka sangat membutuhkan dan berharap. Bukan karena peminatnya yang sedikit, namun karena sosialisasinya yang minim,†urainya.
Sehingga tim pengelola diharapkan jeli melihat masalah ini. Tim pengelola tentu juga memiliki tanggung jawab agar pengelolaan beasiswa bisa terserap maksimal dan optimal. Setidaknya dari masukan-masukan yang ada seperti ini, menjadi catatan penting bagi pengelola tim beasiswa Kaltim Cemerlang. (Humas DPRD Kaltim/adv)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.