“Hearing dan dialog langsung dengan narasumber, akan menjadi hal positif bagi kalangan mahasiswa. Terutama soal pemerintahan. Bisa menambah bibit pemikir yang cerdas dan memahami apa yang dikerjakan pemerintah,†katanya.
Dikatakan, kunjungan lapangan sangat dibutuhkan untuk memberikan wawasan tambahan bagi kalangan mahasiswa. Terlebih, berkaitan dengan fungsi anggota dewan dalam menjalankan amanat rakyat. Selain itu, mahasiswa sebagai kalangan intelektual harus mengetahui aktivitas pemerintahan di berbagai lingkungan, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota, SKPD hingga DPRD.
“Perkembangan pendidikan saat ini haruslah lebih modern. Jangan lagi terpaku pada pendidikan materi saja. Namun praktik lapanganlah yang jauh lebih penting dalam menambah wawasan,†kata Yahya Anja lagi.
Lebih lanjut mengenai sesi hearing mahasiswa bersama Anggota Komisi IV di DPRD Kaltim beberapa hari lalu, mahasiswa mempertanyakan mekanisme dan kewenangan anggota dewan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat.
Misalnya, prosedur pengajuan proposal untuk mengusulkan suatu program atau pembangunan infrastruktur yang harus ditempuh melalui jalur birokrasi yang panjang sebelum pada realisasi anggaran.
“Tak hanya itu, kami juga menjabarkan pola pembangunan antara kota dan wilayah pedalaman, jumlah pembagian porsi APBD Kaltim, program peningkatan perekonomian Kaltim hingga serap aspirasi langsung di lapangan. Hal ini dilakukan agar mahasiswa benar-benar paham bagaimana wakil rakyat menjalankan tupoksinya masing-masing,†kata politikus Partai Demokrat ini. (Humas DPRD Kaltim/adv)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.