Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurjaman menyatakan para pemainnya patut mewaspadai dua penyerang tim Mitra Kukar yakni Defri Rizky dan Hendra Adi Bayauw pada laga pertama semifinal Piala Presiden di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/10).

"Dua-duanya merupakan pemain yang punya skill, kecepatan, dan sulit ditebak pergerakannya, makanya harus ada pengawalan khusus, karena pemain ini punya naluri umpan dan mencetak gol yang luar biasa," jelas Djajang di Tenggarong, Sabtu.

Sedangkan untuk pemain tengah Mitra Kukar, Rizky Pellu, Ia cukup yakin Fitman Utina dan Makan Konate bakal mampu mengimbangi dan bisa memainkan perannya di sektor lapangan tengah.

"Untuk Rizky Pellu, saya tidak terlalu khawatir karena kita juga punya pemain gelandang yang bisa bersaing,"jelasnya.

Menurut pelatih yang telah membawa tim Persib Bandung juara ISL 2014 itu, tim "Maung Bandung" tidak membawa skuad terbaiknya dalam lawatannya ke Kukar.

Ada lima pemain inti seperti Zulham Zamrun, Vladimir Vujovic, Ilija Spasocevic, Hariono dan Ahmad Jufriyanto tidak dibawa ke Kukar, karena terkena akumulasi kartu kuning.

Namun demikian Djajang tetap menargetkan poin sempurna berupa kemenangan menghadapi tuan rumah Mitra Kukar, meski tim lawan dikabarkan tengah siap juga meredam Persib Bandung.

"Target kami tiga poin, ya paling tidak skor 2-1 untuk keunggulan kita," jelas Djajang.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Djajang mengaku akan menerapkan strategi menyerang dengan mengandalkan sektor lini tengah sebagai tumpuan.

Ia berharap duet Firman-Konate di lini tengah bisa memerankan perannya dengan optimal, baik pada saat menyerang, maupun pada saat bertahan.

"Intinya 17 pemain yang kita bawa saat ini dalam kondisi siap tempur, mudah-mudahan para pemain dapat memaksimalkan taktik dan strategi, sehingga hasil sempurna bis kita bawa pulang," tegas Djadjang. (*)

Pewarta: Arumanto
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026