Kami sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan Pertamina, sebab Samarinda merupakan kota pertama di luar Pulau Jawa dan Bali yang ditunjuk untuk pemasaran produk pertalite,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail meluncurkan uji pasar produk bahan bakar minyak baru jenis pertalite di daerah setempat.

"Kami sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan Pertamina, sebab Samarinda merupakan kota pertama di luar Pulau Jawa dan Bali yang ditunjuk untuk pemasaran produk pertalite," kata Nusyirwan pada uji pasar pertalite wilayah Kaltim di SPBU Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, Senin.

BBM terbaru produk Pertamina yang diluncurkan sejak pertengahan Juli 2015 tersebut, sebelumnya baru beredar di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan Bali.

Namun, setelah melalui survei yang matang, akhirnya Samarinda ditetapkan sebagai kota pertama di luar Jawa dan Bali untuk pemasaran produk yang menjadi bagian dari solusi penghematan BBM bersubsidi tersebut.

Selain di Samarinda, pertalite juga dipasarkan di beberapa daerah lain di Kaltim, seperti Balikpapan, Bontang, Tenggarong (Kutai Kartanegara), dan Sangatta (Kutai Timur).

Menurut wawali, kehadiran pertalite semakin memberikan pilihan kepada masyarakat di Kota Samarinda untuk menyesuaikan BBM yang digunakan, dengan pertimbangan kualitas di satu sisi dan harga di sisi lain.

Pertalite yang memiliki kadar oktan 90 tersebut dijual dengan harga Rp8.400 per liter, sedangkan premium Rp7.300 dan Pertamax Rp9.400 per liter.

"Semoga ke depan pertalite semakin dikenal masyarakat Samarinda dan semakin banyak yang menggunakannya. Pemkot Samarinda pada prinsipnya akan mendukung setiap langkah pemerintah, sepanjang untuk kemajuan pembangunan," ujar Nusyirwan.

Vice President Fuel Marketing Pertamina Muhammad Iskandar mengatakan penetapan Samarinda sebagai kota pertama di luar Pulau Jawa dan Bali untuk pemasaran pertalite telah melalui proses panjang.

Awalnya, lanjut Iskandar, Kota Samarinda bersaing dengan Kota Palembang, Sumatera Selatan.

"Tapi, akhirnya kami memilih Samarinda sebagai yang pertama di antara kota lainnya. Pertalite ini sebagai jawaban atas kesenjangan harga yang terlampau jauh antara Premium dan Pertamax. Semoga ini bisa dimanfaatkan masyarakat sebaik mungkin," ungkapnya.

Pada uji pasar pertalite di SPBU Sungai Kunjang Jalan Slamet Riyadi tersebut, Wawali Samarinda sempat memberikan hadiah kepada warga yang pertama kali membeli BBM terbaru dari Pertamina itu.    (*)

Pewarta: Amirullah
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026