Samarinda (ANTARA News) - Keluhan sebagian besar warga Samarinda tentang lalu lintas darat kian macet agaknya terkait dengan jumlah pertambahan kendaraan tinggi, misalnya saja untuk jenis sepeda motor mencapai 118 unit per hari.
    
"Setiap bulan, jumlah motor bertambah 3.500 unit itu sama aritnya setiap hari rata-rata 118 motor baru keluar dari toko atau dealer kendaraan bermotor, jadi wajar apabila kini Kota Samarinda kian macet," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Poltabes Samarinda, Komisaris Handoko, Rabu.
    
Pertambahan kendaraan yang sangat signifikan itu ternyata bukan hanya untuk jenis kendaraan roda dua namun terjadi pada kendaraan roda empat (mobil).
    
"Khusus roda empat pertambahannya mencapai 500 unit per bulan atau rata-rata 18 hingga 19 unit mobil per hari," ujar dia.
    
"Coba anda bayangkan, jika setiap hari mobil bertambah rata 16 unit berarti sebulan mencapai 500 unit dan dalam setahun pertambahan mobil mencapai 6000 unit. Belum lagi motor, dalam setahun bertambah hingg 42.000 unit," katanya.
    
"Ironisnya, pertumbuhan kendaraan itu tidak diiringi infrastruktur jalan. Bahkan, sarana dan prasarana jalan  cenderung tidak bertambah sementara jumlah kendaraan tumbuh dengan pesat," ungkap Kasat Lantas Poltabes Samarinda itu.
    
Polisi lalu-lintas yang merasakan sekali pertambahan kendaraan itu karena beban tugas mereka terasa kian sibuk mengurusi agar tidak terjadi kemacetan.
    
Handoko menjelaskan bahwa dalam hanya upaya mengurangi dampak pertumbuhan kendaraan yang menimbulkan kemacetan itu pihaknya secara khusus menempatkan personil pada sejumlah titik rawan kemacetan.
    
"Kami hanya bisa mengurangi beban macet akibat jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan jalan," ujar Handoko.
    
Terdapat 41 titik macet di Kota Samarinda yang dianggap rawan kemacetan di antaranya di depan sejumlah mal dan pasar tradisional.
    
"Sementara jumlah personil Satlantas Poltabes Samarinda hanya 49 orang sehingga semuanya kami kerahkan untuk mengatasi kemacetan di 41 titik rawan macet, rawan kecelakaan dan rawan terjadi pelanggaran lalu lintas," papar dia.
    
Terkait kian rawannya kemacetan di kota berpenduduk 700.000 jiwa itu akibat terus bertambahnya kendaraan bermotor, ia mengharapkan pihak berwenang bisa mengambil langkah nyata, misalnya kebijakan dalam menambah kendaraan bagi setiap keluarga.
     
***3***
       


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026