"Mereka akan bersaing pada sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni bulu tangkis, atletik, renang, pencak silat, karate, tenis meja, bola voli, catur, dan basket," kata Sekretaris Provinsi Kaltim Irianto Lambrie saat membuka O2SN di Samarinda, Selasa.
Para peserta O2SN Kaltim itu terdiri dari kelompok SD sebanyak 270 orang, SMP 530 orang, SMA/SMA-LB 240 orang, serta SMK/SMK-LB 375 orang.
Bagi para juara pertama baik cabang perorangan maupun beregu dalam O2SN ini akan mewakili Kaltim pada ajang O2SN tingkat nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan Agustus mendatang.
Menurut Irianto, siswa yang berprestasi selain mendapat hadiah uang pembinaan, juga mendapat beasiswa prestasi yang diberikan oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Kaltim.
Ia menambahkan O2SN ini bertujuan meningkatkan kecintaan dan apresiasi siswa terhadap bidang olahraga, meningkatkan kecakapan kolaboratif dan kooperatif, kesehatan jasmani, dan menciptakan kondisi kompetitif secara sehat.
Tujuan lainnya adalah melatih sportifitas dan tanggung jawab, untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga, sehingga mampu meraih prestasi setinggi-tingginya, tidak hanya pada tataran nasional, tetapi diharapkan hingga prestasi dunia.
O2SN, lanjut Irianto Lambrie, juga merupakan kegiatan yang dapat menegakkan pendidikan karakter untuk meningkatkan nasionalisme peserta, karena ketika mereka saling bertemu akan memberikan kesadaran NKRI yang semakin kuat, sehingga menjadi jati diri yang baik sebagai bangsa Indonesia.
"Hal ini harus kita sadari, karena di abad ke-21 ini pengaruh globalisasi dan persaingan antarnegara, utamanya bidang industrialisasi dan teknologi informasi menjadi tajam, bahkan akan membawa perubahan cepat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi maupun tata-kehidupan," katanya.
Kondisi demikian, lanjut dia, akan menimbulkan dampak positif dan negatif, sekaligus membawa tantangan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bekal untuk menjawab kesiapan anak bangsa dalam persaingan global.
"Jika kita tidak siap, maka bangsa dan negara akan tergilas, menjadi korban oleh kemajuan negara lain. Untuk itulah, mengapa Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mengedepankan sektor pendidikan sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM masyarakat Kaltim," ujar Irianto. (*)
Pewarta: M Ghofar: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.