Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan stok bahan pangan cukup dengan kelancaran distribusi tetap terkendali selama bulan suci Ramadhan 1447 H.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri di Samarinda, Kamis, menegaskan bahwa momentum bulan puasa tahun ini harus menjadi penguat sinergi bagi seluruh perangkat daerah agar bekerja lebih cepat, solid dan responsif terhadap dinamika harga di pasar.
Ia mengatakan melalui pengawasan ketat, intervensi pasar, serta penguatan stok melalui kolaborasi lintas sektor dan BUMD, Pemkot Samarinda optimistis stabilitas harga dapat terjaga.
Saefuddin menekankan bahwa pengendalian inflasi wajib berbasis data dan dilakukan secara kolaboratif sebelum gejolak harga terjadi.
“Data SP2KP menjadi rujukan utama kami. Jika cabai dan ayam menjadi penyumbang kenaikan secara nasional, kita harus bergerak lebih cepat untuk memastikan stok aman dan distribusi di daerah lancar. Pemerintah harus hadir sebelum harga melonjak,” tegas Saefuddin.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada minggu kedua Februari 2026, cabai rawit dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) nasional.
Baca juga: Harga bahan pokok naik, Kemendagri minta pemda gerak cepat
Harga cabai rawit tercatat naik 16,60 persen dibanding Januari 2026, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
Sebaliknya, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan, seperti bawang merah (turun 5,86 persen), bawang putih (0,05 persen), telur ayam ras (1,62 persen), minyak goreng (0,77 persen), dan Minyakita (2,87 persen).
Data ini menjadi rujukan Pemkot untuk mengambil langkah taktis, terutama pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan.
Selain pangan, Pemkot Samarinda memperketat pengawasan distribusi LPG. Bekerja sama dengan pihak metrologi wilayah Banjarmasin, pengecekan tabung LPG 3 kg dan 5 kg telah dilakukan.
"Hasil sidak pekan lalu mengonfirmasi bahwa isi dan takaran sudah sesuai ketentuan. Pemerintah juga memberikan imbauan keras agar tidak ada praktik penimbunan LPG menjelang Ramadhan dan Idul Fitri guna mencegah kelangkaan," jelasnya.
Untuk ketersediaan daging ayam dan telur, lanjut Wawali, Perumda Varia Niaga melaporkan stok ayam beku mencapai 35 ton dengan tambahan rutin 15 ton per minggu. Stok telur tersedia sebanyak 21.400 butir.
Baca juga: Penajam pantau harga dan pasokan pangan hadapi Ramadhan
Sementara ketersediaan ikan, berdasarkan laporan Dinas Perikanan mencatat stok ikan tangkap sekitar 39.850 kg dan ikan budidaya 23.630 kg per 18 Februari 2026.
Untuk komoditas beras dan kebutuhan bahan pokok, Bulog Samarinda menjamin stok aman untuk beberapa bulan ke depan dengan ketersediaan beras medium (7.650 ton), beras premium (233 ton), gula (42 ton), dan minyak goreng (13.764 ton).
Saefuddin menambahkan sebagai wilayah non-sentra produksi, Pemkot Samarinda memperkuat pasokan melalui 10 Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai daerah penghasil. Kerja sama ini mencakup komoditas strategis seperti bawang, cabai, ayam, telur, hingga ikan.
Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan program Pangan Pekarangan Lestari (P2L) untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan mandiri, seperti menanam cabai di lingkungan rumah.
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026