Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Samarinda menggandeng Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim untuk berkolaborasi memperkuat ekosistem wisata Kampung Tenun Samarinda, sebagai langkah mempercepat perputaran ekonomi lokal.

Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran Program Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Desa Wisata Kampung Tenun, melalui pendampingan, literasi, hingga permodalan.

"Langkah ini menandai babak baru kolaborasi strategis dalam mengoptimalkan potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," kata Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian dan Kesra, Arief Murdiyatno dalam peluncuran tersebut di Samarinda, Selasa.

Ia menyebut bahwa peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan tindak lanjut nyata dari Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 38/2025 tentang Pengembangan Desa Wisata.

Inisiatif ini juga selaras dengan visi unggulan Program Jospoll (Jospoll 5) yang menempatkan pariwisata berbasis desa dan budaya sebagai motor penggerak utama, yakni menjadikan masyarakat sebagai pelaku pembangunan utama, termasuk Kampung Tenun yang menjadi ikon budaya dan ekonomi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan, sinergi pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif di Kampung Tenun ini menandai dimulainya fase baru penguatan pariwisata yang lebih mandiri dan terdigitalisasi.

"Kolaborasi pengembangan desa wisata ini didorong oleh beberapa faktor krusial, seperti faktor pemerataan ekonomi, yakni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis pada kearifan lokal untuk menciptakan kesejahteraan merata," ujar Ririn.

Faktor lainnya adalah karena Kaltim sebagai mitra sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga melalui ini akan dapat memperkuat daya saing daerah agar siap menyambut peran strategis daerah sebagai wilayah penyangga.

"Faktor krusial lainnya adalah untuk mewujudkan kemandirian desa/kelurahan, sebagai upaya transformasi bagi desa yang bukan hanya untuk menggerakkan wisata, tapi juga memadukan objek wisata dengan unit kewirausahaan yang mandiri dan berkelanjutan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, Kaltim memiliki potensi pariwisata besar, mulai bentangan alam hingga warisan budaya seperti sarung tenun Samarinda.

Pariwisata berkelanjutan dan UMKM menjadi salah satu modal besar untuk terus dikembangkan, adanya modal besar ini, maka ke depan ekonomi Kaltim tidak hanya ditopang oleh sektor pertambangan.

"Pengembangan desa wisata sesuai peran masing-masing seperti yang kita kolaborasikan sekarang, kelak tidak hanya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga memperkuat identitas budaya lokal," ujar Bayuadi.



Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026