Peringatan dini kami sampaikan karena hujan dapat menyebabkan banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang karena hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir
Samarinda (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda meminta warga Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, sebagai dampak dari hujan intensitas sedang pada dasarian 3 atau 10 hari terakhir November ini.
"Peringatan dini kami sampaikan karena hujan dapat menyebabkan banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang karena hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor, di Samarinda, Sabtu.
Ia melanjutkan, berdasarkan prakiraan potensi curah hujan dasarian 3 (20-30 November) 2025, secara umum wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah antara 50–150 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 70 persen.
Sementara itu, wilayah Kalimantan Timur bagian selatan, khususnya sebagian Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara bagian selatan, diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori rendah antara 0–50 mm dengan peluang hujan berkisar antara 50-60 persen.
Untuk prakiraan deterministik curah hujan, lanjut Riza, pada dasarian 3 November 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori menengah antara 50–150 mm.
Sementara itu, sebagian wilayah Kabupaten Kutai Barat bagian utara, sebagian kecil wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian barat, dan sebagian kecil wilayah Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori tinggi antara 150–200 mm.
Ia juga mengatakan bahwa pada prakiraan deterministik sifat hujan dasarian 3 November, umumnya Provinsi Kaltim diprakirakan mengalami sifat hujan dengan kategori normal antara 85-115 persen.
Sedangkan sebagian wilayah Kalimantan Timur bagian barat, bagian tengah dan timur Kaltim, diprakirakan akan mengalami sifat hujan dengan kategori atas normal pada kisaran 116 - 150 persen.
BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda juga mengungkap hasil pemantauan hari tanpa hujan (HTH) pada dasarian 2 November (10-20 November 2025), meski secara umum wilayah Kaltim mengalami hujan, namun ada juga wilayah yang dalam beberapa hari tidak terjadi hujan.
"Di periode kemarin, hampir semua wilayah Kaltim mengalami HTH dengan kategori sangat pendek antara 1–5 hari, hingga kategori menegah antara 11 hingga 20 hari," ujar Riza lagi.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026