Para pakar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membagi daya tangkap signifikan anak menjadi tiga kelompok, yakni usia 0-4 tahun yang perkembangan intelektualnya mencapai 50 persen, usia 4-8 tahun perkembangannya 80 persen dan usia 8-18 tahun perkembangan daya tangkapnya sudah 100 persen.
Anak di usi dini suka meniru apa yang dilihat dan didengar. Karena itu, jika dalam contoh yang dilihat itu benar, maka perkembagan mental dan IQ-nya bak emas. Tapi jika yang ditiru itu salah, maka anak tersebut sudah kemasukan bakat kehancuran yang akan dibawanya hingga ia dewasa.
Jika orangtua menganggap anak usia dini berbuat salah, kemudian orangtua memukul, maka anak tersebut bukannya jera melakukan kesalahan, namun yang terjadi justru anak akan menirukan perbuatan orangtua, yakni anak ikut-ikutan memukul, karena contoh tersebut dianggapnya benar.
Cara yang benar dilakukan orangtua adalah dengan mengajak dan memberi pengertian kepada anak dengan cara lembut dan penuh kasih sayang. Bahkan semua tingkah laku orangtua juga harus hati-hati ketika ada anak-anak di depannya, karena anak akan meniru segala gerak-gerik orangtua.
“Mendidik anak usia dini itu tidak mudah, ada menu tersendiri dalam teknik PAUD.
Alangkah baiknya orangtua atau keluarga terdekatnya mempelajari menu PAUD tersebut, sehingga orangtua mampu memperlakukan anak sesuai dengan tingkat usianya,†kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Syafruddin Pernyata.
Jika orangtua ingin anak-anaknya tumbuh kembang dengan baik, lanjutnya, maka mempelajari teknik mendidik anak harus dipelajari, walaupun anak tersebut sudah sekolah di Playgrup atau TK, sebab waktu bersama orantua lebih banyak dari pada di
sekolah bersama guru.
Guna memberikan pengetahuan mendidik anak usia dini kepada masyarakat atau para orangtua, katanya, Disdik Kaltim telah menjalin kerjasama dengan Dharma Wanita, lembaga sosial masyasrakat yang bergerak di bidang pendidikan, seperti Forum PAUD,
HIMPAUDI, Posyandu dan lain-lain.
Saat ini, katanya, siswa PAUD (Playgrup/TK) yang tercatat di Disdik Kaltim sebanyak 54.419 anak. Jumlah tersebut terdiri dari PAUD Formal (TK dan RA) sebanyak 31.899 siswa, PAUD Nonformal (Playgrup, tempat penitipan anak, keluarga
Balita dan lain-lain) sebanyak 22.520 anak.
Sementara itu, jumlah anak usia dini menurut catatan Disdik Kaltim sebanyak 423.182 anak. Berdasarkan data tersebut, berarti hanya sekitar 12 hingga 13 persen saja anak-anak Kaltim yang mampu mengenyam pendidikan formal dan nonformal.
“Sisanya yang sebanyak 368.563 anak ini diharapkan bisa ikut pendidikan nonformal, kalaupun tidak bisa, maka anak-anak diharapkan mendapat pendidikan informal dari orangtua dan keluarga, karena anak-anak lebih banyak waktu di rumah bersama orangtua,†katanya. (*)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.