Mahulu, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) Kalimantan Timur, berupaya mendongkrak kapasitas sumber daya manusia (SDM) warga setempat lewat penggalakan Program Quick Win yang diluncurkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Hal ini dilakukan karena Quick Win memiliki lima program unggulan yang bermuara dalam peningkatan SDM baik usia dini maupun lansia, yakni program Genting, Tamasya, GATI, Super Apps, dan program Sidaya.
"Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari seberapa ringgi tingkat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kualitas SDM, terlebih SDM menjadi kunci untuk mewujudkan kemajuan hingga kemandirian," kata Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun di Mahulu, Sabtu.
Lima program unggulan dalam Quick Win ini adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yakni gerakan untuk mengajak masyarakat terlibat langsung dalam pendampingan anak berisiko stunting melalui dukungan gizi, kesehatan, dan edukasi keluarga.
Kemudian program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), tempat seperti taman untuk anak yang menyediakan layanan pengasuhan, tumbuh kembang, serta pemberian asupan gizi seimbang bagi anak.
Baca juga: Pemkab Mahulu jadikan kajian akademik sebagai acuan tata wilayah
Berikutnya adalah program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), berupa gerakan untuk mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, tidak melulu ibu yang mengurus anak.
Program selanjutnya adalah Super Apps “Keluarga Indonesia”, berupa aplikasi digital berbasis kecerdasan buatan yang menyediakan layanan konsultasi gizi, kesehatan, reproduksi, konseling keluarga, hingga edukasi parenting (pendidikan orang tua).
Lantas program Lansia Berdaya (Sidaya), berupa program pemberdayaan lansia agar tetap aktif, produktif, serta mendapat dukungan dari lingkungan sekitar.
"Lima program unggulan ini menjadi fokus dan bersinergi dengan provinsi dan pusat. Pemda bersama seluruh pemangku kepentingan juga berkomitmen mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas keluarga di Mahulu," katanya.
Upaya penurunan stunting ini telah dibuktikan oleh Pemkab Mahulu, yakni dengan membentuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) periode 2025–2030 tiga hari lalu, sehingga ia berharap langkah strategis ini pun dapat meningkatkan SDM dan kesejahteraan keluarga.
Baca juga: Pemkab Mahulu tekankan sikap baik dalam pendidikan keluarga
Pewarta: M.GhofarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026