Capaian keberhasilan pembangunan di Kaltim selama ini dapat dilihat melalui angka indikator makro pembangunan. Tahun 2013 PDRB Kaltim Rp384,41 triliun menempatkan Kaltim di posisi ke-7 nasional. Tahun 2014 diperkirakan PDRB Kaltim mencapai Rp401,77 triliun.
"Sementara itu laju pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2014 mencapai 2,85 persen dengan migas dan 5,86 persen tanpa migas. Meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013. PDRB perkapita tahun 2013 sebesar Rp116,47 juta menempati peringkat pertama tertinggi nasional, tahun 2014 meningkat menjadi Rp119,88 juta.
Adapun tingkat inflasi di Kaltim pada tahun 2014 mencapai 7,66 persen lebih rendah jika dibandingkan tahun 2013," ungkap Mukmin Faisyal saat mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, pada Malam Anugrah Kaltim 2015, yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Stadion Sempaja Samarinda, Kamis Malam (8/1).
Mukmin mengatakan, investasi di Kaltim tahun 2013 sebesar Rp30,89 triliun terdiri dari PMDN Rp18,18 triliun dan PMA Rp12,71 triliun, sedangkan pada tahun 2014 (sampai dengan triwulan III) investasi Kaltim telah mencapai Rp30,87 triliun yang terdiri PMDN Rp11,06 triliun dan PMA Rp19,81 triliun.
Pada tahun 2013 Kaltim mengalami surplus neraca perdagangan sebesar US$ 21,49 miliar. Ekspor keluar negeri Kaltim pada tahun 2013 sebesar US$ 31,84 miliar yang terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 12,84 miliar dan non migas sebesar US$ 18,16 miliar. Hingga November 2014 ekspor Kaltim mencapai US$ 23,72 miliar, terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 10 miliar dan non migas sebesar US$ 13,72 miliar, dengan negara-negara tujuan seperti Jepang, Republik Korea, Taiwan, India dan Tiongkok.
"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltim pada tahun 2014 sebesar 7,54 persen menurun dari tahun 2013. Angka IPM sebagai indikator peningkatan kualitas SDM pada 2013 mencapai 77,33, menempatkan Kaltim di peringkat keempat nasional. Sedangkan persentase penduduk miskin pada tahun 2014 sebesar 6,42 persen atau mengalami kenaikan dari tahun 2013, disebabkan karena menurunnya daya beli masyarakat akibat pergerakan inflasi," kata Mukmin.
Acara malam itu dihadiri bupati dan walikota se-Kaltim. Pimpinan dinas/instansi pemerintah dan swasta, tokoh masyarakat, tokoh adat, alim ulama, tokoh wanita, pemuda, tokoh masyarakat, pimpinan media massa, lembaga swadaya, serta undangan lainnya. (Humas Prov Kaltim/mar)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.