"Secara nasional Kurikulum 2013 (K13) sebagian dihentikan, tetapi untuk PAUD di Kaltim baru dimulai, makanya pelatihan ini kami lakukan karena Kaltim telah mengambil sikap melanjutkan K13," ujar Sekretaris Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kaltim, Heppy Liana, di Samarinda, Selasa.
Diklat tersebut digelar di Kota Samarinda selama lima hari mulai dari 20 Desember hingga 24 Desember 2014. Kegiatan ini bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK).
Selain bekerja sama dengan Direktorat P2TK, diklat ini juga bekerja sama dengan BKKBN, Badan Pemberdayaan Perempuan, Forum PAUD, dan sejumlah perusahaan untuk membantu menyediakan tempat dan konsumsi.
Hadir dalam diklat tersebut adalah Direktur P2TK Pujiarto yang juga sebagai salah satu narasumber, sehingga komitmen Provinsi Kaltim untuk melanjutkan penerapan K13 sudah diketahui dan mendapat izin pemerintah pusat.
Selain narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada pula dari Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, yakni Sudirman yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI).
Narasumber lainnya adalah Hermawanti Puspitasari, Dwiana Diah Martini, Heppy Liana, dan Eryka Oktaviani dari Pengurus Himpaudi Provinsi Kaltim, lalu Anny Widiyah sebagai Ketua IGTKI Kaltim, Sisilia Maryati dari Tim Penyusun Kurikulm 2013 PAUD.
Semua narasumber tersebut merupakan orang yang sudah ahli di bidang masing-masing, apalagi mereka sudah pernah mengikuti Training of Trainer yang diselenggarakan oleh P2TK.
Dia melanjutkan tugas Himpaudi selain berupaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik PAUD juga mengadakan diklat untuk tenaga pendidik.
Peserta diklat mendapatkan sertifikat sebagai bahan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Diklat tersebut diikuti sebanyak 60 orang dari guru yang tergabung dalam Himpaudi Kaltim dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Kaltim.(*)
Pewarta: M.Ghofar: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.