“Penyakit DBD bisa menjadi ancaman serius. Ini terbukti dari telah meninggalnya belasan penderita DBD di Balikpapan beberapa waktu lalu,†ucap wakil rakyat asal dapil Balikpapan ini.
Menurutnya, musim hujan berpotensi membuat penderita DBD meningkat. Hal tersebut terjadi karena peningkatan jentik pada masa pancaroba (peralihan dari kemarau ke penghujan) yang disebabkan banyaknya genangan air hujan yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.
Diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu, agar masyarakat segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya yang disertai adanya tanda-tanda perdarahan.
“Ada banyak penyakit yang patut diwaspadai saat musim hujan tiba. Sehingga masyarakat perlu melakukan tindakan preventif agar terhindar dari ancaman penyakit. Untuk itu dihimbau pada masyarakat agar selalu melakukan pola hidup sehat, agar penyakit mematikan tersebut tidak sampai terkena dan menyebar pada masyarakat,†imbaunya.
Perilaku hidup sehat dan bersih itu sendiri, sebutnya, dalam hal penggunaan air bersih, cuci tangan dengan air bersih dan sabun, penggunaan toilet sehat, pemberantasan jentik di rumah, sekolah dan kantor serta lingkungan sekitar. Sebab, selain DBD banyak penyakit yang mengacam saat musim hujan tiba. Salah satunya diare, penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan parasit, influenza dan leptospirosis.
“Musim hujan juga erat kaitannya dengan banjir. Jika terjadi banjir, penyakit yang rentan muncul adalah diare. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang ditimbulkan saat musim hujan seperti saat ini,†tandas politikus PDI Perjuangan ini. (Humas DPRd kaltim/adv/lin/oke)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.