Samarinda (ANTARA Kaltim) - Tim Putra Samarinda hanya mampu menahan imbang 0-0 tamunya Persebaya, Surabaya, pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Kaltim, Jumat malam.

Bertindak sebagai tuan rumah tim berjuluk "Pesut Mahakam" itu tetap menargetkan hasil kemenangan meski yang dihadapi merupakan tim kuat dan sebagai pimpinan klasemen wilayah timur.

Sejak menit pertama tim besutan Nil Maizar langsung berinisiatif untuk menyerang dan membuka peluang ke jantung pertahanan lawan.

Beberapa kali peluang bisa diciptakan oleh penyerang Pusam Spaso dan Bayu Gatra, namun sayangnya sejumlah peluang tersebut gagal menembus kokohnya pertahanan tim "Bajul Ijo", yang mengandalkan pemain asing Ok Jhon, Hasyim Kipuw dan Manahati Lestusen dan Amrizal.

Tim lawan Persebaya Surabaya yang menurunkan pemain terbaiknya, tampil begitu tenang untuk meredam serangan cepat yang dibangun oleh para pemain muda Pusam.

Persebaya juga sempat menciptakan beberapa peluang oleh dua penyerang andalan mereka Greg Nwokolo dan Emmnual Kenmoge, sayangnya peluang tersebut juga kandas begitu saja.

Hingga 2x45 menit skor kaca mata tidak berubah, dan kedua tim harus puas berbagi poin satu untuk pertandingan penutup Liga Super Indonesia.

Tambahan satu poin menaikkan peringkat tim Pusam menjadi 25 poin dan berada di peringkat ke lima, sementara Persebaya semakin tidak tergoyahkan di puncak klasemen.

Pelatih Persebaya Surabaya, Rahmad Darmawan mengakui tim Pusam tampil sangat luar biasa.

Para pemain Pusam lanjut Rahmad sangat agresif saat menyerang, begitu pula ketika kehilangan bola, selalu ada pemain yang bisa menutup ruang kosong.

"Pengawalan ketat lawan membuat pemain kami kurang bisa berkembang, namun saya puas sebagai tim tamu bisa mencuri satu poin," jelas Rahmad.

Sementara Pelatih Pusam, Nil Maizar mengaku salut atas perjuangan para pemainnya, yang tidak kenal lelah sepanjang pertandingan.

"Bisa menahan imbang tim kuat seperti Persebaya bagi kita merupakan prestasi, karena kami juga tidak turun "full tim", dan saya puas dengan permainan anak-anak, meskipun secara hasil saya akui tidak sempurna," tegas Nil.   (*)

Pewarta: Arumanto
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026