Dari pantauan di beberapa lokasi khususnya di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik, atribut kampanye pasangan yang diusung enam partai politik yakni Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PBB dan legislatif Demokrat ini menguasai sekitar 80 persen wilayah kedua pulau itu.
"Memang spanduk Prabowo-Hatta terlihat yang paling banyak terpasang di sini (Nunukan)," ujar seorang warga Nunukan bernama Rahim.
Meskipun demikian, kata Rahim, tidak menjamin pasangan capres-cawapres ini yang akan mendapatkan banyak dukungan suara pada pilpres 9 Juli 2014 karena masyarakat juga sebagian besar menyaksikan kampanye kedua peserta pilpres melalui televisi.
Bukan jaminan
Yudith Darmawan selaku Ketua Tim 9 Relawan Aliansi Lintas-Etnis Nusantara pendukung Jokowi-JK di Nunukan mengatakan, banyaknya spanduk yang terpampang di jalanan bukan jaminan akan mendapatkan dukungan dari masyarakat secara signifikan.
Ia mengakui pemasangan atribut kampanye sedikit-banyak memiliki efek dukungan dan pilihan masyarakat terhadap pasangan calon bersangkutan.
Namun, Yudith Darmawan menegaskan, sejumlah warga yang rumahnya ditempeli stiker pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ternyata mengaku tidak memilih pasangan tersebut, dan menyatakan penempelan alat peraga itu tanpa pemberitahuan kepada penghuni.
"Saya banyak menemui warga yang rumahnya terdapat stiker pasangan lain, ternyata tidak terpengaruh dan tetap mendukung Jokowi-JK pada pilpres nanti," ujar dia.
Masyarakat Kabupaten Nunukan dengan sekitar 70 persen warga Sulawesi Selatan ini tidak akan memilih calon pasangan lain karena bulat hati mendukung Yusuf Kalla sebagai calon wakil presiden dari Joko Widodo.
"Bagaimanapun sebagian besar masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur pada umumnya yang berdomisili di Kabupaten Nunukan ini memiliki hubungan emosional dengan Yusuf Kalla," kata dia. (*)
Pewarta: M Rusman: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.