Samarinda (ANTARA Kaltim) – Pergantian cuaca yang tak menentu ternyata turut memengaruhi arus perekonomian Kaltim. Khususnya bagi nelayan yang penghasilannya sangat bergantung keadaan alam. Jika cuaca buruk berkepanjangan, dapat dipastikan penghasilan para nelayan ikut tak stabil.

Siti Qomariah, anggota Komisi II DPRD Kaltim mengatakan periode perubahan cuaca ekstrim sebetulnya sudah dapat diprediksi. Seperti perkiraan berapa lama musim hujan (angin kencang), dan kemarau. Pemahaman itu penting mengingat bulan-bulan tertentu kondisi cuaca sangat memengaruhi pemasukan sektor yang bergantung pada hasil alam. Menurut dia sebenarnya kondisi itu dapat diantisipasi dengan penerapan teknologi modern.

“Saya rasa tidak sedikit masyarakat yang telah mengetahui perubahan cuaca yang selalu berganti-ganti seperti saat ini. Seharusnya dapat diantisipasi jauh sebelum cuaca buruk menimpa. Salah satunya, menyimpan sebanyak mungkin persediaan produksi,” urainya.

Dengan adanya kecanggihan teknologi masa kini, ia juga menyarankan para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapannya di tempat pendingin khusus. Walaupun cara tersebut tidak efektif, namun Qamay mengatakan setidaknya hal tersebut dapat meminimalkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi dengan cuaca buruk kerap mengakibatkan tingginya harga ikan di pasaran.

Ia menyarankan pemerintah berperan aktif mengurangi kekhawatiran masyarakat. Harus ada program khusus yang mendukung kinerja para nelayan dalam menghadapi beragam cuaca. Dengan sosialisasi intens maupun penyuluhan, tentu para nelayan lebih mengetahui cara yang tepat guna mengantisipasi hal tidak terkira dalam kondisi cuaca buruk. (Humas DPRD Kaltim/adv/aul/dhi/met)





Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026