“Kesempatan yang baik ini saya perlu menegaskan pentingnya bagi umat Budha dan warga Tionghoa untuk dapat memetik hikmah yang terkandung dalam setiap perayaan Imlek yakni hikmah introspeksi, kebersamaan dan saling memberi serta kegembiraan,†ujar Awang Faroek Ishak di Buddhis Center Kaltim, Sabtu (8/2).
Hikmah instrospeksi berarti menyadarkan pentingnya membaca ke belakang tentang yang telah terjadi di tahun lalu kemudian memperbaiki kekurangan saat ini dan berharap kesuksesan di tahun mendatang. Sedangkan kebersamaan berarti apapun masalah dan kendala yang dialami dalam kehidupan akan teratasi jika dihadapi secara bersama.
Sementara itu, hikmah saling memberi berarti tidak menjadi orang yang serakah, kaya atau berbahagia sendiri tetapi dapat berbagi kebahagiaan dengan orang miskin dan perlu bantuan. Terbukti, kondisi yang aman dan kondusif ini harus dapat dipertahankan terus menerus dengan meningkatlkan persatuan dan kesatuan serta saling toleransi antara sesama warga Tionghoa dengan masyarakat lainnya.
“Kita juga patut bersyukur karena keamanan dan ketertiban di wilayah Kaltim tetap terjaga serta dalam kondisi yang kondusif. Kita berharap semoga kondisi aman, tertib dan damai ini makin ditingkatkan atas dukungan seluruh elemen masyarakat Kaltim,†harap Awang.
Menurut Awang, perayaan Tahun Baru Imlek sejatinya menjadi pondasi bagi umat Budha dan warga Tionghoa untuk mempererat jalinan silaturahmi, semangat gotong royong, setia kawan, saling tolong menolong dan menumbuhkan semangat persaudaraan.
Di Tahun Kuda Kayu ini lanjut Awang, memberi motivasi semua pihak untuk tetap semangat menjalani kehidupan agar mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin serta keharmonisan dan kedamaian di Benua Etam tercinta ini.
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan persatuan dan kesatuan, bersatu padu membangun negeri, tanah air dan membangun Kaltim untuk semua dalam suasana yang aman dan damai menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,†ajak Awang Faroek Ishak.
Perayaan tahun baru Imlek 2565 dihadiri Dirjen Bimas Budha Kementerian Agama Joko Wuriyanto dan Ketua Umum DPP Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) Maha Pandita Citra Wira. Ketua DPP Wali Umat Budha Indonesia (Walubi) Soedjito Kusumo dan Sekjen Walubi Alex Tumondo, Vice President Director Sungai Budi Group Sudarmo Tasmin, tokoh, pemuka Agama Budha serta ribuan warga Tionghoa Kaltim. (Humas Prov Kaltim/yans)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.