Dari hasil tes DNA, kelima orangutan ini termasuk dalam spesies 'pongo pygmaeus wurmbii' yang berasal dari Kalimantan Tengah,"Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) atau yayasan BOS memindahkan lima ekor orangutan dari fasilitas Samboja Lestari, Samboja, Kutai Kartanegara ke Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, Kamis (28/11).
Kelima ekor orangutan tersebut terdiri dari empa ekor betina, yaitu Cici (15 tahun), Donna (14 tahun), Roma (14 tahun), dan Karen (12 tahun).
Marwoto menjadi satu-satunya jantan dalam rombongan pindahan ini. Ia orangutan jantan berusia 17 tahun.
BOSF menyewa satu pesawat Grand Caravan dari penyedia jasa angkutan udara Hevilift khusus untuk pemindahan ini. Kursi-kursi penumpang dicopot untuk memberi ruang bagi kandang-kandang orangutan.
Kandang-kandang itu kemudian diikat ketat di dalam kabin agar tak bergerak dan tidak membahayakan keseimbangan pesawat.
Kelima orangutan dipastikan harus dilepasliarkan kelak di Kalimantan Tengah karena mereka memang berasal dari wilayah Kalimantan bagian itu.
"Dari hasil tes DNA, kelima orangutan ini termasuk dalam spesies 'pongo pygmaeus wurmbii' yang berasal dari Kalimantan Tengah," kata drh Agus yang mendampingi para orangutan terbang ke Palangkaraya.
Orangutan asli Kalimantan Timur adalah "pongo pygmaeus morio".
Menurut drh Agus, karena ada dua spesies itulah BOSF membuat dua fasilitas pelepasliaran kembali, satu di Kalimantan Timur dan satu lagi di Kalimantan Tengah.
Masih bagian dari kegiatan ini, dari Nyaru Menteng akan dikirim langsung ke Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur, tiga ekor orangutan pada tanggal 30 November nanti.
Mereka adalah ibu dan anak Yayang dan Sayang serta Diah. Yayang berusia 15 tahun dan Sayang anaknya berusia 4 tahun. Diah orangutan berusia 17 tahun.
Ketiganya diangkut menggunakan pesawat Grand Caravan yang sama dengan tujuan bandara di Muara Wahau, Kutai Timur. (*)
Pewarta: Novi AbdiEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.