Guna memenuhi target tersebut, caranya gampang, di antaranya dengan menjadikan satu keluarga petani dan peternak paling tidak memiliki dua sapi,"Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mencanangkan program populasi 2 juta sapi yang dipelihara peternak di kabupaten dan kota di provinsi itu, sehingga ke depan masyarakat setempat tidak perlu mendatangkan sapi dari luar daerah.
"Guna memenuhi target tersebut, caranya gampang, di antaranya dengan menjadikan satu keluarga petani dan peternak paling tidak memiliki dua sapi," ujar Awang Faroek Ishak saat pembukaan Bulan Bakti Peternakan di halaman Dinas Peternakan Kaltim di Samarinda, Sabtu.
Untuk itu, lanjut gubernur, setiap petani peternak wajib menyediakan lahan dan kandang guna pemeliharaan sapi yang dimaksud. Di samping juga harus memiliki ketrersediaan pakan sehingga ada jaminan bagi kelangsungan perkembangbiakan sapi.
Sebanyak 2 juta sapi tersebut merupakan program yang harus dipenuhi dalam masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Kaltim dalam masa lima tahun ke depan, yakni semenjak dia akan dilantik menjadi gubernur pada 17 Desember 2013.
"Lima tahun lalu ketika saya dilantik menjadi gubernur, saya kemudian mencanangkan Kaltim harus memiliki perkebunan kelapa sawit 1 juta hektare, nyatanya hal itu terbukti sebelum habis masa kepemimpinan saya 2013 karena di pertengahan 2013 saja target 1 juta hektare perkebunan sawit sudah terpenuhi," ucapnya.
Berkaitan dengan itu, maka target 2 juta sapi di Kaltim untuk lima tahun mendatang harus terpenuhi, pasalnya dalam pemenuhannya tidak hanya mengandalkan pengadaan dari Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat, tetapi juga harus kerjasama dengan kabupaten dan kota, swasta atau perusahaan, termasuk dengan masyarakat peternak.
Guna mewujudkan populasi 2 juta ekor sapi tersebut, lanjutnya, mulai kini Dinas Peternakan Kaltim bersama instansi terkait harus bekerja maksimal, yakni setiap tahun harus mengupayakan 400.000 sapi sehingga dalam lima tahun ke depan terealisasi target 1 juta ekor.
Dinas dan instansi terkait di Kaltim, lanjutnya, harus menggandeng para pengusaha, termasuk harus intensif melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota di Kaltim, mengingat masih ada lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan sapi.
Apalagi akhir-akhir ini mulai digencarkan program integrasi sawit-sapi, yakni di lahan perkebunan sawit dipelihara juga sapi sehingga limbah perkebunan sawit untuk makanan sapi, sedangkan kotoran sapi dapat menjadi pupuk kandang bagi kelapa sawit untuk mempercepat pertumbuhannya. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.