Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kaltim merupakan salah satu provinsi yang sangat fokus terhadap dunia pendidikan. Tidak hanya wajib belajar 12 tahun tetapi hingga level perguruan tinggi. Hadirnya UPT Program Unggulan Internasional Universitas Mulawarman yang mendapat apresiasi dari Komisi IV DPRD Kaltim, karena telah memberikan penyegaran terhadap dunia pendidikan mengingat dilakukannya kerjasama dalam hal pertukaran pelajar dengan perguruan tinggi lain di Asia.

“Komisi IV sangat mendukung program ini karena akan semakin memperkaya sumber daya manusia di Kaltim yang mampu berdayasaing, tidak hanya pada tingkat nasional melainkan dunia, terlebih menjelang MEA 2015,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ahmad Abdullah didampingi Encik Widyani, Abdul Djalil Fatah, dan Safuad di sela-sela hearing dengan UPT Program Unggulan Internasional (PUI) Universitas Mulawarman Samarinda, Selasa (24/9).

Diakui politikus asal F-PKS itu program ini tentu menjadi percontohan bagi perguruan tinggi nasional lainnya. Apalagi mengingat Kaltim selama

ini kerap dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang pendapatan terbesar di Indonesia. Sementara kualitas pendidikan relatif tertinggal jika dibandingkan daerah di Jawa seperti Jogjakarta, Surabaya, Bandung dan lainnya.

“Lewat program ini sangat diharapkan mengawali masuknya anak-anak Kaltim ke dunia internasional dan mampu berbuat lebih sehingga bukan tidak mungkin ke depannya Kaltim menjadi daerah unggulan pendidikan nasional,” tutur Abdullah.

Pihaknya memahami betul bahwa program ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kendati telah mendapatkan prioritas beasiswa Kaltim cemerlang, tetap masih perlu dukungan anggaran. Salahsatu jalurnya lewat bantuan dari perusahaan-perusahaan pertambangan di Kaltim karena 20 persen CSR mereka, diperuntukkan bidang pendidikan.

Sementara itu Ketua Program UPT. Program Unggulan Internasional (PUI), Rudianto Amirta mengatakan, melalui program ini, kualitas dan proses pendidikan di Unmul akan meningkat, di mana mahasiswa dan dosen dapat mengukir prestasi di tingkat internasional melalui jalinan kerjasama pertukaran pelajar.

“Program ini adalah suatu penyelenggaraan kegiatan antarperguruan tinggi untuk melaksanakan suatu program studi secara bersama serta saling mengakui lulusannya. Sehingga lulusan dari program ini akan memperoleh gelar ganda dan memiliki kemampuan lebih dari program regular lainnya,” kata Rudianto didampingi sejumlah pemimpin struktual UPT PUI Unmul yakni Rahmat, Widi, Irawan dan Eno.

Menurut Rudi, mahasiswa yang lulus seleksi akan dibina atau menjalani pendidikan pada umumnya selama satu tahun. Setelah lewat satu tahun, para mahasiswa/mahasiswi melanjutkan kuliah di salah satu universitas luar negeri yang telah melakukan perjanjian kerjasama sesuai dengan program studi.

Adapun program ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun, dan dalam perjalanan pihaknya masih merasa kekurangan dalam hal pendanaan sehingga berpengaruh terhadap jumlah mahasiswa/mahasiswi yang diterima. Oleh sebab itu diharapkan adanya dukungan pemerintah dan Komisi IV DPRD agar bisa dianggarkan dalam APBD. (Humas Prov Kaltim/adv/bar/dhi/met)
 




Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026