"Oleh warga dilaporkan ke aparat Bambinkantibmas Kelurahan Api-Api Khabib yang lantas dikoordinasikan dengan Tim dari Taman Nasional Kutai (TNK)," kata koordinator Tim Penangkaran TNK Kota Bontang, Hatta, di Bontang, Jumat.
Tim Penangkaran TNK sendiri selain diawaki Hatta juga Aseng serta tiga petugas lainnya.
"Dari informasi warga diperkirakan buaya yang masih hidup di Sungai Api-Api yang bermuara ke laut atau sekitar di Kelurahan Bontang Kuala masih ada tiga ekor lagi," ujar Hatta.
Para pawang binatang buas dari TNK menghimbau masyarakat pinggiran sungai Api-Api agar segera melapor kepada aparat yang berwenang seperti penanganan pada Jumat (13/9) dini hari itu.
Sungai Api-Api sendiri sering mendapat kiriman banjir dari Kutai Timur atau lokasi pertambangan batu bara.
"Walau Bontang tidak hujan air banjir kiriman sering datang," kata Aseng menimpali.
Menurutnya buaya memang termasuk binatang langka namun sekaligus berbahaya.
"Walau tidak memakan manusia tetapi merusak mangsanya, saat mangsa sudah masuk mulut maka akan terus dicengkeram atau terus dicaplok mangsa dalam mulutnya sampai lemas," terang Aseng.
Sementara itu buaya yang berhasil ditangkap dan diamankan oleh tim penangkar setelah sempat ditaruh di halaman dekat lobi kantor lurah Api-Api langsung dibawa ke penangkaran di Taman Nasional Kutai di Kutai Timur. (*)
Pewarta: SuratmiEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.