Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Dahri Yasin mengatakan perlu adanya perhatian yang serius oleh Wali Kota dan Wakil Walikota Samarinda bersama tim untuk menyelesaikan semua proyek yang ada, terlebih proyek yang didanai APBD Provinsi Kaltim.
“Saya minta wali kota dan wakilnya terjun langsung ke lapangan berkaitan persoalan pembebasan lahan. Saya lihat Komisi III DPRD Kota Samarinda juga sudah bersuara mengenai ini. Saya tegaskan Pemkot jangan menggunakan perantara dalam bermediasi dengan masyarakat.
Efektifnya wali kota turunlah langsung dan selesaikan,†tutur Dahri yang merupakan politikus daerah pemilihan Samarinda ini.
Legislator dari Partai Golkar ini juga menjelaskan, mandeknya pembebasan lahan tidaik sepenuhnya salah masyarakat. Jika dilihat ada beberapa proyek yang menggantung, artinya komunikasi masyarakat dengan Pemkot pernah dan sudah terjalin, sebut saja proyek pembuatan kolam retensi di Sempaja dan Bengkuring, di pertengahan jalan komunikasi terputus.
Masyarakat yang tadinya bersedia lahannya dibebaskan memilih untuk membangun rumah karena tidak ada kejelasan dari Pemkot.
“Di sinilah pentingnya komunikasi, baik antar SKPD di Pemkot maupun dengan masyarakat, solusinya harus rajin terjun lansung ke masyarakat. Untuk masyarakat juga berpikirlah ke depan dan lebih terbuka. Ini juga untuk kepentingan bersama, jangan persulit pemerintah untuk melakukan pembangunan, Samarinda berhak cantik,†ucap Dahri.
Pembebasan lahan, menurut Dahri, bukan pertama kalinya menjadi ganjalan pembangunan. Sudah banyak pengalaman seperti ini, harusnya sudah diantisipasi oleh Pemkot.
“Saya mengajak masyarakat dan pemerintah untuk sama-sama mendukung jalannya pembangunan infrastruktur di Kota yang kita banggakan ini, toh hasilnya berimbas kepada kita juga, secara ekonomi pasti sangat membantu karena kemudahan akses jalan,†ungkap Dahri. (Humas DPRD Kaltim/adv/dit/dhi/met)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.