Ini awal yang baik untuk terus memajukan potensi pariwisata budaya pulau Kalimantan
Jakarta (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan Pekan Budaya Dayak 2013 yang dibuka Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Sabtu (27/4), di Istora Senayan Jakarta adalah even yang sangat tepat  untuk secara bersama-sama mempromosikan budaya-budaya Kalimantan. Termasuk budaya Dayak yang tumbuh dan lestari di masyarakat Kalimantan.

"Acara ini sangat baik untuk menyatukan semangat lima provinsi di pulau Kalimantan agar secara bersama-sama mempromosikan kekayaan dan potensi wisata yang dimiliki. Budaya Kalimantan, khususnya Dayak harus lebih dikenal di Indonesia dan dunia," kata Awang Faroek usai mendampingi Wapres Boediono mengunjungi stan pameran Pekan Budaya Dayak 2013.

Promosi semacam ini menurut Awang akan sangat baik untuk mengenalkan besarnya potensi wisata budaya lima provinsi di pulau Kalimantan. Promosi yang ditampilkan dalam berbagai paket kegiatan seperti tari-tarian, stand pameran dan seminar budaya, diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas kepada masyarakat nasional dan internasional tentang kehidupan dan budaya masyarakat Dayak.

Gubernur Awang Faroek menambahkan, upaya memperkenalkan budaya Dayak ke dunia internasional juga dimaksudkan untuk menarik minat pelaku ekonomi, baik dari dalam maupun dari luar negeri untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kalimantan.

Pesan penting yang perlu terus dibangun selain tingginya nilai kebudayaan yang masih hidup dan lestari di bumi Borneo, lanjut Awang adalah kepedulian masyarakat untuk tetap menjaga dan mempertahankan budaya daerah.

"Ini awal yang baik untuk terus memajukan potensi pariwisata budaya pulau Kalimantan. Tetapi satu hal yang perlu kita perjuangkan untuk mendukung hal ini adalah bagaimana seluruh provinsi di Kalimantan bisa terkoneksi secara baik. Jalan trans Kalimantan harus dituntaskan dan  transportasi udara untuk interkoneksi pulau Kalimantan juga harus diperjuangkan," seru Awang.

Sementara saat membuka Pekan Budaya Dayak 2013, Wapres Boediono  berpesan bahwa kunci keberlanjutan bangsa ini adalah generasi muda yang saling bisa memahami, saling menerima dan saling menghargai keberagaman budaya.

"Untaian zamrud katulistiwa akan kokoh dan solid apabila masing-masing perniknya saling menjangkau dan menggandeng pernik yang lain.  Dengan begitu, zamrud katulistiwa akan terlihat semakin indah," kata Boediono.

Dia juga memberikan pesan, agar lima provinsi di Kalimantan lebih kompak dan bersatu  mempromosikan kekayaan budaya Dayak kepada para pelancong internasional maupun dalam negeri. Budaya Dayak Kalimantan selayaknya harus lebih dikenal dan lebih populer lagi.

Pada kesempatan itu juga, Wapres Boediono juga menyinggung besarnya kekayaan alam yang tersimpan di perut bumi pulau Kalimantan. Menurutnya,  pulau Kalimantan memiliki berbagai ragam sumber daya alam potensial. Agar potensi ini menjadi nyata, maka  perlu dikelola dan dipadukan dengan unsur produktif yang lain, yakni sumber daya manusia terampil,  teknologi dan modal.

"Forum Pekan Budaya Dayak ini diharapkan dapat mempertemukan unsur-unsur produktif itu kemudian menciptakan peluang-peluang baru untuk kepentingan kerjasama membangun Kalimantan," pesan Wapres.

Sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, setiap resiko perlu diwaspadai dan dihindari. Pengelolaan eksploitasi sumber daya alam yang salah tidak akan memberi kemaslahatan rakyat, tetapi  justru akan melahirkan kutukan.

"Hindari kebijakan yang hanya menggunakan perspektif jangka pendek. Gunakan SDA sebagai pengungkit (leverage) untuk tujuan yang lebih besar yang menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Bukan hanya sebagai komoditi yang dijual untuk pendapatan sekarang. Gunakan pendapatan itu untuk masa depan. Jangan berpesta sekarang, tetapi menderita  di hari depan," tegas Boediono lagi.

Dia melanjutkan, generasi mendatang memiliki hak untuk hidup lebih baik dari generasi sekarang.  Karena itu, pendapatan dari pengelolaan sumber daya alam, seharusnya digunakan untuk membangun dua hal, yaitu membangun kapasitas sumber daya manusia dan kapasitas infrastruktur.

Secara khusus, Wapres Boediono juga memberikan apresiasi kepada lima gubernur di Kalimantan yang berinisiatif menggelar acara penuh makna menghargai keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seluruh gubernur  di pulau Kalimantan hadir, yakni Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalbar, Cornelis, Gubernur  Kalsel Rudi Arifin, Gubernur Kalteng, A Teras Narang, dan Pj Gubernur Kalimantan Utara, Dr Irianto Lambrie  yang baru dilantik pekan lalu.

Sedangkan dari jajaran Pemprov Kaltim juga hadir Wakil Gubernur H Farid Wadjdy, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kaltim HM Aswin dan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kaltim S Adiyat. Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim ambil bagian dalam gelaran ini. (Humas DPRD Kaltim/sul/adv)



Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026