"Saya sudah menerima uang saku sesuai lima hari saya menjalani seleksi di Timnas, dan besarnya 300 USD, dan sudah saya tukarkan sekitar Rp 2,8juta," tutur Bayu yang dihubungi dari Samarinda, Kamis.
Menurut Bayu, memang pencairan dana tersebut sempat terjadi kesalahpahaman di antara rekan-rekannya, karena salah satu perwakilan Badan Tim Nasional (BTN) menyebutkan selain uang saku, pemain Timnas juga mendapatkan jatah dana untuk belanja dan jalan-jalan dengan nominal yang sama.
Pada akhirnya, lanjut Bayu, persoalan bisa cair karena telah ada penjelasan ulang dari perwakilan BTN bahwa yang diberikan kepada pemain Timnas hanya berupa uang saku.
"Usai latihan pagi kalau tidak salah ada perwakilan BTN, kalau tidak salah Pak Habil yang menyebutkan bahwa pemain akan mendapatkan uang untuk belanja dan jalan-jalan besarnya 300 USD, tapi begitu sorenya pas pencairan kami kira duit yang kami terima seperti yang dituturkan Pak Habil, tapi belakangan telah dijelaskan oleh Pak Demis bahwa duit itu adalah uang saku," tutur Bayu.
Bayu juga menepis bahwa dia telah dipaksa tanda tangan terkait pencoretan pelatih Blanco, justru menurut dia semua pemain pada saat itu sepakat untuk bertemu dengan pengurus BTN karena ada sesuatu yang dinilai ganjil terkait pencoretan para pemain.
"Saya ingat pada waktu itu latihan pagi, pelatih Blanco menanyakan apakah pemain ada yang merasa capek, dan pada saat itu ada 21 pemain ISL yang baru saja menjalani pertandingan mengangkat tangannya, belakangan pemain yang mengangkat tangan tersebut ternyata dinyatakan indisipliner dan dicoret," tutur Bayu polos.
Sementara itu, pemain Persisam lainnya, M Roby, yang juga masuk dalam skuad tim inti Timnas melawan Arab Saudi juga mengatakan bahwa semua uang saku telah dia terima sebelum dia bergabung lagi bersama Tim Persisam menjelang pertandingan menghadapi Persidafon.
"Sudah semuanya saya terima, tapi saya lupa jumlah detailnya, tapi kayaknya tidak ada masalah juga dengan teman-teman lainnya," tutur Roby.
Hal yang sama juga dikabarkan sejumlah pemain timnas asal tim Mitra Kukar seperti penuturan Sekretaris Mitra Kukar Suwanto yang menyebutkan bahwa para pemainnya mengaku sudah mendapatkan haknya berupa uang saku selama menjalani seleksi dan persiapan Timnas.
"Menurut mereka tidak ada masalah, karena mereka mengaku sudah menerima uang saku tersebut," jelas Suwanto. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026