"Jangan sampai ketika BSB selesai dan telah beroperasi justru terkendala dengan persoalan banjir. Sebagaimana Bandara Temindung saat ini, masalah ini harus diperhitungkan jauh-jauh hari agar dapat diminimalkan dampaknya," kata Darlis pada rapat kerja Komisi III DPRD Kaltim dengan Dinas Perhubungan Kaltim, Senin (4/3).
Menurut mantan Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim ini, struktur tanah bangunan BSB saat ini merupakan tanah rawa, sehingga apabila terjadi banjir dinilai akan memperparah kondisinya. Oleh sebab itu dibutuhkan stategi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi banjir.
Kerugian besar menanti Kaltim apabila kekhawatiran itu benar-benar sampai terjadi. Karena satu hari saja bandara tidak beroperasi kerugian hingga miliaran rupiah. “Apalagi kalau sampai berhari-hari maka akan banyak kehilangan pemasukan,†kata ketua DPW PAN Kaltim ini.
Tentu ini menyangkut pula terhadap kredibilitas Pemprov Kaltim dan Samarinda, mengingat publik Indonesia akan melihat bagaimana perjuangan pembangunan bandara yang menelan anggaran cukup besar akan tetapi minim antisipasi pencegahan banjir.
Koodinasi dengan berbagai pihak juga sangat penting, karena Pemprov tentu tidak dapat bekerja sendirian dan membutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak lain, terutama Pemkot Samarinda sebagai tuan rumah.
Apabila semua itu dilakukan, wakil rakyat asal Dapil III Kukar-Kubar ini yakin persoalan banjir yang ditakutkan tidak akan terjadi.
"Yang penting harus diantisipasi sejak dini masalah banjir ini," kata Darlis Pattalongi. (Humas DPRD Kaltim/adv/bar/met/mir)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.