Salah seorang warga RT 3 Buluminung, Dewi, Rabu (30/1) menyatakan, kerusakan jalan karena jebolnya gorong-gorong sudah terjadi sejak seminggu terakhir.
Namun, kondisinya diperparah setelah truk terperosok pada Senin (28/1) malam lalu hingga mengakibatkan jalan longsor.
"Semalaman truk itu terperosok. Paginya baru dibantu warga didongkrak sehingga bisa jalan lagi. Tapi saat truk terperosok, jelas kendaraan tidak bisa melintas," jelasnya.
Dewi menyatakan, terjadinya longsor di jalan tersebut, karena gorong-gorong mengalami kerusakan dan jebol.
Sejumlah pihak berkeinginan untuk menimbun jalan longsor, namun warga keberatan karena dikhawatirkan bila longsor ditimbun tanpa menutup gorong-gorong yang jebol, anak sungai akan tertutup dan mengakibatkan banjir.
Sementara itu, sejumlah sopir trailer yang akan menuju Balikpapan maupun Penajam melalui jalan Trans Kalimantan di Buluminung, terpaksa harus bermalam di warung. Karena ada dua lubang cukup besar di sisi kanan dan tengah jalan sehingga tidak dapat dilewati oleh kendaraan berukuran besar.
Untuk kendaraan kecil dan truk berukuran sedang serta sepeda motor bisa melintasi jalan tersebut. Namun, harus ektra hati-hati, karena disisi kiri jalan hanya ditimbun tanah. Agar tidak terjadi sesuatu dipasang garis police line.
Salah seorang sopir trailer mengangkut alat berat, Upik asal Banjarmasin yang akan menuju Balikpapan menuturkan, sudah tiba di Silkar, Penajam sejak, Selasa (29/1) sore.
Namun, tidak bisa melanjutkan perjalanan karena jalan tidak bisa dilewati.
"Kami terpaksa bermalam di warung di Silkar karena tidak bisa lewat tadi malam. Ternyata sampai di sini juga tetap tidak bisa lewat. Padahal teman kami sudah bisa melewati jalan ini," jelasnya.
Upik mengaku pasrah jika harus menunggu perbaikan jalan longsor, karena tidak ada akses jalan alternatif selain jalan yang rusak ini.
"Mau tidak mau harus menunggu sampai jalan diperbaiki," ucapnya.
Kasat Lantas Polres PPU, AKP Priyadi saat meninjau lokasi longsor, melarang trailer dari Banjarmasin menuju Balikpapan akhirnya dilarang untuk melintas.
Hal itu karena dikhawatirkan akan semakin memperparah longsor. Pihaknya juga telah memasang rambu sebagai tanda agar para pengguna jalan berhati-hati.
Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Wilayah Selatan, melakukan perbaikan jalan yang mengalami longsor di kilometer 16, Buluminung, Kecamatan Penajam. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengganti gorong-gorong yang rusak.
Pengawas UPTD PU Kaltim Wilayah Selatan, Syahrani saat meninjau jalan yang rusak itu menyatakan, gorong-gorong akan diganti dengan aramko, sebagai antisipasi sementara agar jalan yang longsor bisa diperbaiki.
"Jalan yang berlobang ini nanti kami bongkar kemudian dipasangkan aramko. Setelah itu, kami timbun lagi agar jalan bisa diperbaiki. Tapi ini perbaikan sementara agar jalan bisa dilalui," katanya.
Menurut Syahrani, terjadinya longsor ini akibat gorong-gorong yang ada mengalami patah di bagian tengah, sehingga jalan yang ada turun dan membentuk dua lobang besar. Bahkan pondasi gorong-gorong yang sudah mulai retak.
"Ini harus segera diperbaiki karena kalau tidak, akan semakin parah. Sementara diupayakan untuk dipasang ulin dan plat besi agar trailer bisa lewat," ucapnya.
Untuk melakukan perbaikan, lanjut Syahrani, perbaikan hanya untuk sementara karena nantinya akan dibongkar lagi karena akan dibangun secara permanen.
"Untuk perbaikan tersebut, kita langsung mendatangkan alat berat dari Balikpapan. Mengenai target penyelesaian, belum bisa dipastikan karena tergantung cuaca," katanya. (*)
Pewarta: Bagus PurwaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.