Dalam menjawab pertanyaan warga, Gubernur didampingi Wakil Gubernur H Farid Wadjdy dan Sekprov Dr H Irianto Lambrie.
Pada acara "Temu Masyarakat Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Farid Wadjdy" itu dipaparkan sejumlah capaian keberhasilan pembangunan di berbagai sektor selama empat tahun kepemimpinan Gubernur. Namun gubernur juga mengakui tidak semua pembangunan yang dilakukan Pemprov tercapai sesuai target.
"Kita semua siap dan ingin mendengarkan kritikan yang membangun dari masyarakat. Karena dalam proses pembangunan kita sangat memerlukan koreksi untuk pembangunan yang lebih baik. Jika selama ini hanya mendengar suara di radio, menonton di televisi atau melihat dan membaca di koran, hari ini masyarakat bisa bertemu dan berdialog langsung dengan Gubernur, Wagub, Sekprov dan jajaran SKPD," ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan "Membangun Kaltim untuk Semua" bukanlah sekadar slogan, tetapi mengandung makna sangat luas dan nilai yang sangat penting agar pelaksanaan pembangunan bersifat inklusif dan berkeadilan untuk semua dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, partai politik, golongan dan lainnya.
Sementara itu, Wagub Kaltim H Farid Wadjdy pada kesempatan itu mengatakan, Pemprov Kaltim berkomitmen pembangunan yang dilakukan harus dibarengi dengan pengawasan dan pengendalian untuk menekan penyimpangan pengelolaan keuangan negara.
Untuk kepentingan pengawasan itu, Pemprov menerapkan sistem dan mekanisme melalui dua instrumen, yakni gugus kendali Kaltim Bangkit 2013 dan membentuk Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA).
Tujuannya adalah untuk mengendalikan dan menilai seberapa besar kemampuan Kaltim dalam penyerapan anggaran. Jangan sampai pembangunan yang sudah dilakukan dengan susah payah, menggunakan uang rakyat, namun tidak bisa dirasakan maksimal oleh rakyat karena banyaknya kebocoran.
Wagub menyebut ada dua sisi pengawasan yang perlu dicermati, yaitu secara sektoral, yakni sektor-sektor pembangunan dan secara kewilayahan, yang artinya pembangunan harus didukung oleh pemerintah kabupaten/kota seluruh elemen masyarakat.
"Mari kita bersama-sama bekerja dengan baik, dalam rangka meminimalisir tingkat kebocoran dan penyimpangan. Kemajuan pembangunan Kaltim saat ini merupakan satu kerja secara besama-sama, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tetapi juga harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat," katanya. (Humas DPRD Kaltim/her/adv)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.