Saya rasa para pemain juga sepakat untuk berusaha membalas kekalahan kita di Inter Island Cup, apalagi ini pertandingan perdana kami
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pelatih Persisam Putra Samarinda Sartono Anwar mengingatkan para pemainnya untuk mengambil pelajaran dari pengalaman Inter Island Cup 2012 saat menghadapi Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, demi mendapatkan hasil maksimal.

"Tim kami sempat unggul dua kali dan akhirnya bisa dikejar pada menit akhir. Yang menyakitkan tim kami harus kalah dalam adu penalti. Momen ini harus tetap menjadi ingatan anak-anak pada pertandingan Minggu besok sebagai motivasi mereka," kata Sartono Anwar di Samarinda, Jumat.

Sartono menguraikan, pelajaran berharga dari pertandingan tersebut adalah para pemain harus menjaga konsentrasi di sepanjang pertandingan, utamanya pada menit akhir. Disamping itu, dalam sepak bola tim bisa saja bertanding di babak perpanjangan waktu.

"Intinya kesiapan fisik harus tetap dijaga sebagai modal para pemain untuk menjalankan taktik dan strategi bertanding," urai Sartono.

Raihan kemenangan, menurut Sartono, sangat wajar dijadikan target saat menghadapi Sriwijaya FC, mengingat saat ini Persisam bertanding di kandang sendiri yakni di Stadion Segiri Samarinda.

"Saya rasa para pemain juga sepakat untuk berusaha membalas kekalahan kita di Inter Island Cup, apalagi ini pertandingan perdana kami," urai Sartono.

Disinggung strategi pengawalan terhadap pemain Sriwijaya yang dianggap berbahaya, Sartono mengaku tidak akan mengintruksikan para pemainnya untuk melakukan pengawalan khusus terhadap satu atau dua orang pemain.

Termasuk penyerang andalan Sriwjaya Tantan dan Edy Foday yang sukses menjebol gawang Persisam pada Inter Island Cup 2012.

Sartono lebih mengintruksikan para pemainnya untuk melakukan pengawalan secara kolektif kepada semua pemain yang berada di lapangan.

"Sriwijaya bisa bermain bukan satu atau dua orang, namun semuanya punya potensi berbahaya dan patut untuk diwaspadai. Maka para pemain harus tetap waspada," tegas Sartono.  (*)

Pewarta: Arumanto
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026