Dalam siaran pers Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kota Samarinda yang diterima ANTARA, Minggu, Sekretaris Kota Samarinda, Zulfakar Noor, menyatakan, keikutsertaan para pejabat yang umumnya kepala satuan kerja perangkat daerah itu sebagai upaya menciptakan pola pikir kreatif melalui pendidikan seni.
"Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari pada 6-8 Desember 2012 itu merupakan kerja sama antara Badan Litbang dan Diklat Pemerintah Kota Samarinda dan Yayasan Bagong Kussudiardja," ungkap Zulfakar Noor, yang juga menjadi peserta pada kegitan tersebut.
Materi pelatihan itu kata Zulfakar Noor berbeda dengan `workshop` pada umumnya sebab para peserta mengikuti kegitan tersebut dengan santai dan terlepas dari beban tugas rutinitas pelayanan.
"Semoga setelah mengikuti workshop ini teman-teman bisa lebih segar dan bersemangat dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Zulfakar Noor.
Sementara, pengelola Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Jeannie Park, mengatakan, sebelumnya kegiatan yang sama juga telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY Jogjakarta dan pejabat dari Pemerintah Kabupaten Bantul.
"Baru Pemerintah Kota Samarinda yang melakukan kegiatan ini dari luar Pulau Jawa. Tentunya, ini menjadi kejutan luar biasa bagi kami selaku pengelola Yayasan," kata Jeannie Park.
workshop tersebut kata dia, bukan berarti menciptakan para pejabat agar bisa menjadi seorang seniman, melainkan untuk mengasah produktifitas para peserta mengenal kesenian.
"Selama tiga hari kami memberikan materi yang berkaitan dengan unsur visual, tari, musik dan teater. Jadi saya tekankan sekali lagi kegiatan ini bukan untuk menciptakan seseorang agar bisa menjadi seniman tetapi setelah belajar dari sini kami harapkan para peserta bisa lebih berpikir hidup dan kreatif tentunya dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat," urai Wanita keturunan warga Negara asing itu.
Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail yang juga mengikuti kegitan tersebut mengakui sangat termotivasi dengan workshop tersebut.
Untuk itu Ia menginginkan kegiatan selama tiga hari itu bisa tergali manfaat yang besar, khususnya kaya dalam mengembangkan sesuatu dengan melibatkan unsur seni didalam diri masing-masing.
"Harapan saya, setelah kegiatan ini kita bisa lebih banyak mengerti tentang orang lain, khususnya dalam mendalami karakteristik seseorang dan yang terpenting tim Pemerintah Kota Samarinda juga bisa lebih solid dalam mengemban tugas dengan memunculkan kreatifitas lewat potensi yang ada," kata Nusyirwan Ismail.
Rencananya, Workshop yang sama juga akan berlanjut untuk gelombang dua yang diadakan pada 20 Desember 2012 ditempat yang sama dengan peserta yang berbeda. (*)
Pewarta: Amirullah: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.