Samarinda (ANTARA Kaltim) - Selama delapan hari, 14-21 November 2012, pasukan zionis Israel melancarkan serangan udara dan laut  membabi buta terhadap wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Menurut  Juru Bicara Hamas, Taher al-Nunu, Minggu (26/11), serangan kejam itu telah menewaskan  
166 warga  sipil Gaza dan melukai  1.235 warga. Dari seluruh korban tewas,  43 adalah anak-anak dan 13 perempuan.

Serbuan pasukan Israel juga menyebabkan kerugian material 1 miliar dolar AS atau Rp9,6 triliun. Tercatat 200 rumah hancur dan 8.000 bangunan lainnya rusak. Selain itu, tiga masjid  dan fasilitas kesehatan ikut hancur dalam serangan tersebut.

Situasi baru berangsur membaik setelah  pada Rabu, 21  November malam waktu setempat, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan  Hamas diumumkan di Kairo, Mesir. Sesuai kesepakatan gencatan senjata itu,  Israel harus "menghentikan semua kekejaman di darat, laut dan udara termasuk  serbuan dan menargetkan individu-individu".

Di lain pihak, faksi-faksi Palestina juga harus menghentikan "serangan-serangan roket dan  semua serangan di sepanjang perbatasan".

Namun bagaimana pun situasi di Jalur Gaza sekarang ini. Saudara-saudara kita di sana tetap memerlukan uluran tangan kita. Kita tahu rakyat Palestina banyak yang masih hidup di tenda-tenda pengungsian.

Anak-anak di sana kesulitan sekolah, sebagian besar warga sukar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti sandang, pangan dan papan. Mereka juga tak mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.  Semua itu, membutuhkan bantuan kita untuk meringankan beban penderitaan mereka. Bantuan atas alasan kemanusiaan.

Menurut saya, ada 11 alasan mengapa kita harus membantu rakyat Palestina. Pertama, jika kita muslim, maka umat Islam di seluruh dunia adalah saudara seiman, maka kewajiban kita membantu umat Islam yang  didzolimi.  Kedua, Al Quds adalah masjid kedua di dunia setelah Masjidil Haram. Masjid ini dibangun 40 tahun setelah Masjidil Haram.

Ketiga, Palestina disebut Al Ardhul Muqadasah (tempat yang disucikan). Palestina satu dari tiga  tanah suci umat Islam, sebagaimana Firman Allah dalam  surat Al Maidah ayat 21:  yaa qawmi udkhuluu al-ardha almuqaddasata allatii kataba allaahu lakum walaa tartadduu 'alaa adbaarikum fatanqalibuu khaasiriina (artinya:  Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi)

Keempat, Palestina disebut Al Ardhu Mubaraqah (Negeri yang diberkahi), sebagaimana Firmal Allah dalam surat Al Israa'  ayat 1:   subhaana alladzii asraa bi'abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii'u albashiiru (artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya,  agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).

Juga dalam surat Al Anbiyaa ayat 81:  walisulaymaana alrriiha 'aasifatan tajrii bi-amrihi ilaa al-ardhi allatii baaraknaa fiihaa wakunnaa bikulli syay-in 'aalimiina (artinya:  Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu).  

Kelima, Palestina adalah negeri tempat lahirnya para Nabi dan Rasul ( ada sekitar 12 Nabi). Keenam, kiblat pertama umat Islam. Ketujuh,  tempat disinggahinya Isro dan Mi'raj Rasulullah. Kedelapan, tempat sholat berjamaah seluruh nabi dan rasul yang diimami Nabi Muhammad SAW saat Isro Mi'raj.

Kesembilan, tempat yang disunahkan untuk dikunjungi (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsha). Kesepuluh, sholat di Masjidil Haram pahalanya 100 ribu kali lipat dibanding di tempat lain, sholat di Masjid Nabawi 1.000 kali lipat dibanding tempat lain dan di Masjidil Aqsho 500 kali lipat dibanding tempat lain.
Kesebelas,  mufthi besar Palestina,  Syekh Muh Amin Al Husaini yang berfatwa untuk menyerukan dukungan kemerdekaan terhadap  Indonesia, sehingga  Mesir menjadi negeri pertama yang  mengakui Kemerdekaan Indonesia.

Alhamdulillah konser amal yang digelar Komite Nasional untuk Rakyat  Palestina (KNRP) di Samarinda dan Balikpapan berhasil mengumpulkan total dana Rp3.143.187.000, yakni Rp2.114.542.000 terkumpul di Samarinda dan  Rp1.028.645.000 di Balikpapan. 

Jumlah itu belum termasuk sumbangan berupa rumah dan mobil yang belum diuangkan. Donasi untuk saudara-saudara kita rakyat Palestina diterima secara simbolis  oleh Syekh Abdul Aziz dari Palestina. (Humas DPRD Kaltim/adv/mir)

*) Wakil Ketua DPRD Kaltim dari Fraksi PKS


Pewarta: H Hadi Mulyadi *)
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026