Ketua Umum Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko mendorong Indonesia untuk mumpuni dalam bidang teknologi komputasi kuantum, yang akan segera mendominasi di dunia.


"Ini akan menjadi teknologi masa depan yang tidak terlalu lama lagi," kata Budiman dalam seminar virtual Industri 4.0 dan Konsep Silicon Valley Indonesia diikuti di Jakarta, Jumat.

Dia menuturkan banyak negara besar dan pihak yang berinvestasi besar-besaran di teknologi komputasi kuantum, seperti dari Uni Eropa, Inggris, Jerman, Israel, Rusia, China dan Amerika Serikat.

Inovator 4.0 adalah gerakan kolaborasi berbagai profesional dari berbagai latar belakang bidang ilmu mulai dari peneliti, teknologiwan, politikus, seniman, matematikawan hingga pegiat desa-kota.

Sebagai contoh, IBM menargetkan komputer kuantum 1.000 qubit pada 2023, yang mana 300 qubit saja bisa menghitung jumlah atom di seluruh alam raya.

China mengklaim telah membangun komputer kuantum yang 100 triliun kali lebih cepat daripada superkomputer tercepat di negara itu. Untuk satu penghitungan yang dilakukan super komputer klasik China dalam waktu 27 miliar tahun, bisa dilakukan komputer kuantum dalam hitungan beberapa detik saja.

Komputer kuantum memberikan penghitungan super cepat atau dalam beberapa detik saja untuk mengkalkulasi data dalam jumlah yang sangat banyak.

Budiman menuturkan penghitungan super cepat dan akurat itu dapat dimanfaatkan di berbagai bidang atau sektor seperti kesehatan dan penemuan obat, pertahanan dan keamanan, keuangan dan perbankan dan intelijen.

Dengan memanfaatkan komputer kuantum, upaya memecahkan kode atau sandi rahasia jadi jauh lebih cepat dan tepat.

Jika tidak mulai dari sekarang maka Indonesia akan ketinggalan karena ketika sampai pada 2030, teknologi komputasi kuantum sudah mulai menegaskan eksistensinya yang berpengaruh besar di dunia.

Potensi ekonomi dari komputasi kuantum sebesar 18 miliar dollar AS pada 2025 tapi pertumbuhannya 32 persen.

Budiman menuturkan perkembangan dunia komputasi dan informasi dan kecerdasan buatan luar biasa, dan semua itu harus dikuasai dan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia makin tinggi ke depannya.

Pewarta: Martha Herlinawati S

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021