Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan ekspor komoditas nonmigas harus ditingkatkan, salah satunya umbi porang yang sudah menjadi incaran pasar dagang internasional.
 

Hadi Mulyadi mengatakan tanaman umbi porang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan hingga kosmetik, bahan baku tepung, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jeli

"Banyak negara seperti Jepang, Tiongkok, dan Taiwan mengimpor tanaman ini dari Indonesia, bahkan dengan harga yang tinggi, Rp50 ribu per kilogram," kata Hadi Mulyadi saat menerima Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan beserta Bea Cukai dan pinpinan BNI Syariah Balikpapan di Ruang Rapat Wagub Kaltim, Selasa.

Menurut Hadi, potensi bidang pertanian dan perkebunan Kaltim sangat luar biasa, karena mempunyai lahan sangat luas pengembangan produk-produk unggulan yang dihasilkan.

"Ada pendemi COVID-19 atau tidak, dibutuhkan inovasi dan kreativitas sehingga kita bangun dan bangkit dari keterpurukan," kata Hadi Mulyadi.

Hadi Mulyadi sangat mendukung kelompok Porang dan komoditas ini menjadi produk unggulan Kaltim, karena sudah ada beberapa investor siap menampung hasil pertanian bagi industri hilirnya.

"Porang akan menjadi salah satu andalan Kaltim termasuk produk lainnya seperti lada, kakao dan sarang walet Diharapkan dinas/instansi terkait bisa terlibat dalam pengembangannya," ujar Hadi Mulyadi.

Sementara itu Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman menjelaskan dalam upaya peningkatan akselerasi ekspor komoditi pertanian, Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) menjadi salah satu program Kementerian pertanian untuk meningkatkan ekspor sarang walet, porang serta komoditas perkebunan lainnya.

Ia mengatakan Kaltim memiliki potensi yang besar sarang walet dan banyak yang keluar dari Kaltim, tapi komoditi belum di ekspor dari Kaltim, hanya bisa dijual ke Semarang, Jakarta maupun Batam.

"Kita mencoba bekerja sama dengan pengusaha, bea cuka, balai karantina serta perusahaan di Kaltim, agar sarang walet bisa langsung diekspor dari Kaltim," ujarnya.

Selain itu, lanjut Abdul Rahman, Kaltim juga memiliki komoditas unggulan lainnya seperti lada dan kakao akan didorong terus bisa ekspor langsung (direct call) melalui pelabuhan Kariangau Balikpapan.

"Porang sudah banyak ditanam di kabupaten dan kota. Ke depan bisa menjadi komoditas unggulan yang tentunya memerlukan dukungan dalam upaya pengembangannya," tandas Abdul Rahman.

 

 

 

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020